Secara nasional rata-rata sebesar 30,8%, di NTB sebesar 33,49%. Tingginya angka kejadian stunting dan gizi buruk tersebut menunjukkan bahwa kondisi kesehatan balita di NTB sangat memprihatinkan dan diperlukan perhatian yang serius karena akan berimbas pada kualitas generasi penerus dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa 1 (satu) dari 3 (tiga) anak di NTB rentan mengalami stunting dan gizi buruk. Berdasarkan data status gizi pekan penimbangan bulan Februari 2022 menunjukan bahwa presentase balita stunting yang paling tinggi yaitu di Kelurahan Sayang-Sayang yaitu sebanyak 27,51 %, Kelurahan Kr. Baru 15,84% dan Kelurahan Rembiga sebanyak 14,36%Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan deteksi dini pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Sayang-sayang di Wilayah kerja Puskesmas Selaparang Tahun 2022. Kegiatan berlangsung lancer melibatkan stake holder serta peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan.
Copyrights © 2022