Claim Missing Document
Check
Articles

PAJANAN INFEKSI HELICOBACTER PYLORI DENGAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM Pratiwi, Intan Gumilang
MIKIA: Mimbar Ilmiah Kesehatan Ibu dan Anak (Maternal and Neonatal Health Journal) Vol 2, No 1 (2018): MIKIA Volume 2. Nomor 1. Mei Tahun 2018
Publisher : Ocean Learning Center (OLC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.857 KB)

Abstract

Hyperemesis Gravidarum (HG) adalah bentuk berat dari mual muntah selama kehamilan sering dikaitkan dengan berat berkurangnya berat badan, ketonomia,ketonuria, dehidrasi, ketidak seimbangan elektrolit dan kemungkinan penyakit ginjal dan hati, dan mengharuskan untuk dirawat dirumah sakit. Penyebab pasti dari Hyperemesis Gravidarum   belum diketahui secara pasti tetapi ada hipotesis yang mengungkapkan beberapa faktor penyebab Hyperemesis Gravidarum yaitu mekanisme hormonal, faktor emosional, dan infeksi Helicobacter Pylori. Studi ini merupakan suatu telaah jurnal (Literature Review) yang mencoba menggali hubungan pajanan infeksi helicobacter pylori dengan hyperemesis gravidarum  . Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (PubMed, BMC, Cochrain review, Google cendekia) berbentuk jurnal penelitian dan artikel review. Infeksi kronis Helicobacter Pylori sering tidak menimbulkan gejala pada kebanyakan pasien. Beberapa faktor tambahan seperti stres, diet yang tidak seimbang, makanan yang tidak adekuat atau alkohol dapat menambah gejala gastritis.Kehamilan sendiri dapat menjadi faktor patogenesa perusakan akut dari gastritis kronis, karena pergerakan otot polos traktus gastrointestinal ditekan oleh progesteron, sementara sekresi asam lambung meningkat selama hamil.  Pada awal kehamilan, peningkatan retensi cairan dalam tubuh dan perubahan volume cairan intraselular – ekstraselular yang diakibatkan oleh peningkatan hormon steroid hal ini diduga mengakibatkan perubahan pH. Pada traktus gastrointestinal perubahan pH dapat mengakibatkan reaktivasi infeksi laten dari Helicobacter Pylori. Selain itu pada kehamilan diduga perubahan imunitas sel dan humoral menyebabkan kerentanan sehingga infeksi Helicobacter Pylori teraktivasi.
Hubungan aktifitas fisik dengan kejadian kegemukan pada remaja di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Mataram Wahyuningsih, Retno; Pratiwi, Intan Gumilang
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2019): AcTion Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.894 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i2.180

Abstract

Overweight becomes a problem in young women, because in general they want to look perfect by having an ideal body, slim and slim. Teenagers who lack physical activities, such as sports and activities that require a lot of body movement are things to watch out for obesity. This research is a correlational study that aims to determine the relationship of physical activity with the incidence of obesity in adolescents in the Department of Nutrition Health Polytechnic Mataram. The study population was all students of the Nutrition Department. The sample that was selected randomly as many as 62 students from the Department of Nutrition. Data collected were physical activities obtained from the recall of 2x24 hours of physical activity conducted over two days, namely college days and holiday days (weekends). Measurement of physical activity using the PAL instrument (Physical Activity Level). Data analysis used chi-square test and OR at 95% CI. The results showed that adolescents have moderate physical activity, but BMI tends to be obese (28,2), and there is a significant relationship (p value = 0,048; OR= 3,3) between physical activity and BMI of adolescent students. Mild physical activity has a 3.3-fold chance of obesity compared to moderate physical activity. In conclusion, adolescent physical activity shows a significant relationship with body mass index. Kegemukan menjadi suatu permasalahan pada remaja putri, karena pada umumnya mereka ingin tampil sempurna dengan memiliki tubuh yang ideal, langsing dan ramping. Remaja yang kurang melakukan aktifitas fisik, seperti olahraga dan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan banyak gerak tubuh merupakan hal yang harus diwaspadai terhadap terjadinya obesitas. Penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Mataram. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Gizi yang terpilih secara acak sebanyak 62 orang. Data yang dikumpulkan yaitu aktivitas fisik yang diperoleh dari hasil recall aktivitas fisik selama 2x24 jam yang dilakukan selama dua hari yaitu hari kuliah dan hari libur kuliah (weekend). Pengukuran aktivitas fisik tersebut dengan menggunakan instrument PAL (Physical Activity Level). Analisis data menggunakan uji chi-square dan OR pada CI 95%. Hasil penelitian diketahui remaja mempunyai aktifitas fisik yang sedang, namun IMT cenderung gemuk (28,2), dan terdapat hubungan signfikan (nilai p= 0,048; OR= 3,3) antara aktifitas fisik dengan IMT remaja mahasiswa. Aktifitas fisik ringan berpeluang sebesar 3,3 kali mengakibatkan obesitas dibandingkan aktifitas fisik sedang. Kesimpulan, aktifitas fisik remaja menunjukkan hubungan secara signifikan dengan indeks masa tubuh.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM PENCATATAN KMS BALITA Ika Sulistiyawati; Intan Gumilang Pratiwi
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN JEMBER Vol 3, No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Akademi Kebidanan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan gizi kurang dan gizi buruk merupakan permasalahan pokok yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Permasalahan gizi pada anak balita ini erat kaitannya dengan pemantauan pertumbuhan anak yang belum optimal disebabkan pemahaman kader tentang tugasnya di Posyandu masih kurang. Pendokumentasian KMS sangat penting baik bagi ibu balita maupun petugas kesehatan karena sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak balitanya dan sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk menentukan penyuluhan dan tindakan pelayanan kesehatan gizi serta dapat membantu deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh  pelatihan terhadap ketrampilan kader Posyandu dalam  pencatatan KMS balita. Penelitian ini menggunakan disain penelitian pre- experimental design  yaitu one group pretest- postest design dimana dalam  desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Teknik sampling yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling dan dianalisis menggunakan uji Paired. Hasil dari uji paired sample t-test menunjukkan hasil p (0,138) > 0,05 yang artinya tidak ada pengaruh pelatihan terhadap ketrampilan kader Posyandu dalam pencatatan KMS balita, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi pelatihan pencatatan KMS pada kader dengan range waktu post tes yang lebih lama serta perlunya melakukan rotasi tugas kader Poyandu agar setiap kader dapat terampil dalam mengerjakan setiap tugas kader di Posyandu khususnya pencatatan KMS balita. 
Penerapan Aplikasi Berbasis Android "Status Gizi Balita" terhadap Pengetahuan Ibu dalam Pemantauan Status Gizi Anak Usia 12-24 Tahun Intan Gumilang Pratiwi; Dian Aby Restanti
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN JEMBER Vol 2, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Akademi Kebidanan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi kurang merupakan penyebab dasar gangguan pertumbuhan anak oleh karena itu, harus dicegah supaya tidak terjadi gangguan pertumbuhan, meskipun gangguan pertumbuhan fisik anak masih dapat diperbaiki di kemudian hari dengan peningkatan asupan gizi yang baik, namun tidak demikian dengan perkembangan kecerdasannya. Fakta-fakta ilmiah lainnya menunjukkan bahwa kekurangan gizi yang dialami ibu hamil yang kemudian berlanjut hingga anak berusia 2 tahun akan mengakibatkan penurunan tingkat kecerdasan anak. Namun, masa ini yang seringkali kurang mendapat perhatian keluarga, baik karena kurangnya pengetahuan maupun informasi tentang pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemanfaatan perkembangan teknologi saat ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan sistem yang menggantikan peran seorang tenaga ahli dibidang kesehatan, melihat semakin berkembangnya smartphone android saat ini memungkinkan untuk dijadikan media untuk memantau status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur ketrampilan ibu dalam penerapan aplikasi berbasis android status gizi balita dalam pemantauan status gizi anak usia 12-24 bulan. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan pre post test design. Analisis yang digunakan mann whitney. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang significan aplikasi berbasis android “status gizi balita” terhadap pengetahuan ibu dalam pemantauan status gizi anak usia 12-24 bulan. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada metode baru berbbasis teknologi yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemantauan gizi balita.
Hubungan antara Status Gizi Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir Bayi Di Desa Suko Jember Intan Gumilang Pratiwi; Farah Milla Dwi Purwasari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN JEMBER Vol 4, No 1 (2020): MARET
Publisher : Akademi Kebidanan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi pada masa kehamilan adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi perkembangan embrio dan janin serta status kesehatan ibu hamil. Ibu hamil dengan KEK mempunyai resiko 7,3 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan tidak KEK dan luaran neonatal pada ibu bersalin dengan riwayat KEK adalah bayi lahir mati 3,57 %, asfiksia 4,76 %, dan bayi berat bayi rendah 13.09%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di Desa Suko Jember bulan Juli sampai dengan Desember 2017. Rancangan penelitian menggunakan desain analitik dan tehnik analisis data yang digunakan adalah Uji Independent t(t- TEST). Hasil uji Independent T.Test.  Probability 0,05 menunjukkan p value sebesar 0,010,  hasil sangat signifikan pada probabilitas 0,05. Uji analisis kedua menggunakan SPSS adalah uji Corelation. hasil Uji Corelation menunjukkan nilai signifikan 0,003 lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah dimana semakin kecil  LILA (< 23,5 cm/ KEK) maka semakin rendah berat badan lahir bayi yang dilahirkan dan sebaliknya semakin besar LILA (≥23,5 cm/Non KEK) semakin tinggi berat badan lahir bayi.
Gizi dalam Kehamilan : Studi Literatur Intan Gumilang Pratiwi; Yuni Fitri Hamidiyanti
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v5i1.171

Abstract

Background : Ibu hamil perlu memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Bukan hanya memenuhi makanan dan minuman namun haruslah mengandung angka kecukupan gizi yang cukup dan seimbang Research Methods : Studi literature ini dengan metodemengumpulkan data dari studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (PubMed, BMC, Cochrain review, Google cendekia) berbentuk jurnal penelitian dan artikel review dalam lima tahun terakhir dengan kata kunci gizi ibu hamil dan prenatal nutrittion Proses studi literature ini melalui proses awal formulasi permasalahan, pencarian artikel, evaluasi data serta menganalisis dan menginterpretasikan. Research Result : Wanita hamil harus fokus pada kualitas diet dan didorong untuk memilih makanan kaya nutrisi yang kaya akan makronutrint maupun micronutrient.  Mitos makan untuk berdua (ibu dan janin) harus dihilangkan, rekomendasi gizi seimbang disesuiakan dengan kebutuhan nutrisi selama hamil sesuai dengan indeks massa tubuh ibu sebelum hamil.
Manajemen Mengurangi Kecemasan dan Nyeri dalam Persalinan dengan Menggunakan Virtual Reality : A review Intan Gumilang Pratiwi; Herliana Riska; Kristinawati Kristinawati
JURNAL KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v9i1.3911

Abstract

Labor pain is a subjective experience experienced by the mother about physical sensations associated with uterine contractions, dilation and thinning of the cervix and decreased fetus during labor. Reaction to pain is a very individual response. The sensitivity of anxiety in labor pain has a significant relationship to sensory and affective pain in labor. Labor anxiety and pain significantly affect maternal labor, therefore various methods of pharmacological and non-pharmacological methods are carried out in an effort to deal with pain. Technology was also developed to support these non-pharmacological efforts. One of them uses virtual reality (VR) as the current and future trends for pain management. This scientific article is a literature review with a systematical review method from various literature which includes a systematic search study of computerized databases (PubMed, BMC, Cochrain review, Google Scholar) in the form of research journals and review articles related to virtual reality. The results of this literature study are virtual reality technology capable of reducing anxiety and being able to be used to reduce pain during labor.
PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.775

Abstract

Praktik pernikahan remaja perempuan terjadi hampir di semua wilayah Indonesia, prevalensi pernikahan remaja perempuan usia 16 dan 17 tahun masih mengalami peningkatan secara konsisten. Pernikahan remaja memberikan beberapa efek pada ekonomi, kesehatan reproduksi, dan kesejahteraan remaja perempuan. Pernikahan remaja perempuan telah menghilangkan hak-hak dan membuat mereka memikul tanggung jawab sebelum waktunya dan rentan terhadap perceraian ataupun tindak kekerasan. Masalah kehamilan remaja menjadi semakin konkret jika dikaitkan dengan kecenderungan peningkatan angka kematian ibu. Pasalnya, hamil terlalu muda merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya angka kematian ibu. Hamil, melahirkan, dan memiliki bayi pada usia remaja merupkan risiko bagi ibu dan bayi sekaligus. Komplikasi diantaranya eklamsia, anemia, kelahiran prematur, perdarahan bahkan kematian ibu dan bayi. Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Kabaupaten Lombok Barat tahun 2018, jumlah perkawinan dibawah 20 tahun pada perempuan sebanyak 1.038 kasus dan laki-laki 357 kasus, dengan kasus pernikahan usia 15-18 tahun mencapai 60 kasus di Kecamatan Narmada. Tingginya kehamilan dan kelahiran pada usia remaja bisa dicegah dengan menunda pernikahan usia dini sampai dengan usia reproduksi sehat dengan mengoptimalkan peran teman terdekat.Metode yang digunakan focus group discussion (FGD), Ceramah, Penyuluhan, pendampingan pada remaja. Hasil pengabdian pengetahuan remaja pada kelompok intervensi meningkat pada post -tes 95 % remaja berpengetahuan baik setelah diberikan intervensi oleh teman sebaya. Kesimpulan yaitu ada pengaruh pendidikan kesehtan yang dilakukan oleh teman sebaya pada remaja kelompok intervesi. Saran perlunya advokasi kepada pihak terkait pada  kurikulum terintegrasi dengan mata pelajaran topik pendidikan kesehatan reproduksi dan pernikahan usia dini
SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN COVID-19 Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 2 (2021): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.652 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v2i2.739

Abstract

Corona virus (SARS-CoV-2)  merupakan virus jenis baru yang menggemparkan dunia. Diketahui, asal mula virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019.  (PDPI, 2020). Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan 66% pasien berkaitan atau terpajan dengan satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok. Upaya pencegahan pemutusan penyebaran covid-19 ini terus diupayakan oleh Kementerian Kesehatan, Namun masih banyak masyarakata yang abai dalam penyebaran virus covid-19 ini, maka dari latar belakang diatas diadakan sosialisasi pentingnya gerakan 3M : Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mensosialisasikan protokol covid 3M. Hasil dari kegiatan ini adalah diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk berperilaku sesuai dengan protokol covid-19.
EFEKTIFITAS PRENATAL YOGA TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN FISIK PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KELURAHAN DASAN CERMEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABAKAN KECAMATAN SANDUBAYA Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.166 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v1i2.474

Abstract

Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkanketidaknyamanan. Salah satu perawatan kehamilan pada trimester II dan III adalah olahraga berupa yoga. Tujuanuntuk mengetahui efektifitas prenatal yoga terhadap pengurangan keluhan fisik dan psikologis pada ibu hamiltrimester III. Jenis Intervensi pada prenatal yoga adalah gerakan kelas sunsalutation A selama 4 kali intervensidalam 4 minggu. Sampel sebanyak 15 ibu hamil trimester III, hasil simpulan penelitian bahwa prenatal yogaefektif terhadap pengurangan keluhan fisik ibu hamil trimester III. Hasil evaluasi gerakan yoga sunsalutation Amulai beradaptasi dengan tubuh ibu dan gerakan yoga sudah mulai ibu hamil kuasai sendiri tanpa bantuanfasilitator, keluhan seperti kram kaki, sakit punggung, kaki bengkak dan sembelit pada intervensi ke IV sudahtidak ada lagi dan pada tubuh ibu merasa lebih ringan dengan gerakan tersebut. Hasil uji statistic didapatkan nilaip = 0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara keluhan ibu hamil sebelum dilakukanyoga antenatal dan setelah dilakukan yoga antenatal. Saran perlunya program prenatal gentle yoga inidilaksanakan dalam asuhan kebidanan khususnya pada kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Babakansecara rutin sehingga ketidakyamanan ibu hamil selama kehamilan dapat teratasi