Salah satu subsektor pertanian adalah tanaman pangan seperti padi dan jagung yang merupakan sumber utama karbohidrat. Faktor produktivitas tanaman pangan tersebut dapat disebabkan oleh penggunaan benih. Raman Utara merupakan wilayah yang berpotensi memiliki produktivitas tinggi pada tanaman tersebut. Namun kualitas benih di daerah ini mengalami masalah sehingga berdampak pada produktivitas padi dan jagung yang rendah. Benih unggul menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas tetapi harga yang mahal menjadi kendala petani untuk membelinya. Kesediaan petani untuk membayar benih unggul bersertifikat menjadi salah satu persoalan karena pendapatan petani yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kesediaan membayar petani terhadap penggunaan benih. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 100 responden dengan 60 petani padi dan 40 petani jagung. Data dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu regresi linear berganda (OLS), regresi logistik, dan contingent valuation method. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel luas lahan berpengaruh negatif dan signifikan serta variabel pupuk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan benih padi hibrida dan inbrida. Hasil lainnya menunjukan variabel penerimaan berpengaruh positif dan signifikan serta variabel pupuk dan tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan petani jagung. Kesediaan membayar petani untuk benih padi dan jagung lebih besar dibandingkan dengan harga aktual pasaran.
Copyrights © 2022