Cekaman Kekeringan pada bibit kelapa sawit berpengaruh pada pertumbuhan tanaman mulai dari pertumbuhan tanaman terhambat, abnormal hingga tanaman mengalami kematian. Proses peningkatan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dapat dilakukan dengan melalui penambahan biostimulan. PGPR (Plant Growth PromotingRhizobacteria) dan MVA (Mikoriza Vesikula Arbuskula) merupakan biostimulan yang penting dalam perkebunan kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan MVA terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery pada kondisi cekaman kekeringan. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah mikroorganisme yang terdiri dari 1) kontrol atau tanpa mikroorganisme 2) MVA dan 3) PGPR. Faktor kedua adalah penyiraman yang meliputi penyiraman 1 hari sekali dan penyiraman 7 hari sekali, setiap perlakuan masing-masing 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikroorganisme dan penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit. Meskipun demikian penyiraman setiap hari dengan inokulasi MVA mampu meningkatkan volume akar.
Copyrights © 2022