Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Undergraduate Conference Proceeding
Vol. 2 No. 2 (2023): Strengthening Youth Potential for Sustainable Innovation

Hubungan antara Faktor Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sumenep Jawa Timur

Ulya, Ilmi (Unknown)
Kesetyaningsih, Tri (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2022

Abstract

Pengantar – Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit infeksi yang paling sering terjadi di daerah tropis, termasuk Indonesia. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Virus dengue menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk genus Aedes, terutama Ae. aegypti dan Ae. Albopictus. Penularan penyakit DBD sangat mungkin berhubungan dengan kondisi daerah nyamuk berkembang biak yang beberapa di antaranya suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan. Tujuan– Penelitian bertujuan untuk mengungkap korelasi antara suhu udara, kelembapan udara, dan curah hujan dengan kejadian DBD di Kabupaten Sumenep. Metode Penelitian– Penelitian berupa observasional analitik dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data kasus DBD tahun 2017-2021 didapatkan dari BMKG Kabupaten Sumenep dan data iklim bulanan tahun 2017-2021 didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Data tersebut kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman untuk mencari korelasi antara dua variabel. Temuan – Kabupaten Sumenep merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang paling sering terkena DBD dengan total kasus 1188 terhitung dari tahun 2017-2021. Kabupaten ini memiliki rerata 27,78 suhu udara, 78,02% kelembapan udara, dan 112,88 curah hujan per bulannya. Pada uji korelasi Spearman didapatkan hubungan kasus DBD dengan suhu udara memiliki hubungan korelasi negatif bermakna (p = 0,00; r = - 0,485), didapatkan hubungan kasus DBD dengan kelembapan udara memiliki korelasi positif bermakna (p = 0,00; r = 0,578) dan didapatkan hubungan kasus DBD dengan curah hujan memiliki korelasi positif bermakna (p = 0,00; r = 0,508). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu maka semakin rendah jumlah kasus DBD serta semakin tinggi curah hujan dan kelembapan maka semakin tinggi juga jumlah kasus DBD di Kabupaten Sumenep. Orisinalitas/ Nilai/ Implikasi – Penelitian ini membuktikan bahwa faktor suhu menunjukkan arah korelasi negatif dengan jumlah kasus DBD, sedangkan faktor kelembapan dan curah hujan menunjukkan arah korelasi positif dengan jumlah kasus DBD di Kabupaten Sumenep. Keywords: Suhu, Kelembapan, Curah Hujan, DBD

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

pgrace

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Economics, Econometrics & Finance Education Public Health Social Sciences

Description

In the rapid progress of the world today, the contribution and role of the younger generation becomes a obligation to be present in every problem in the world. To deal with various problems, The Sustainable Development Goals (SDGs) are presented as a common goal for a better world to maintain the ...