Masa nifas merupakan periode kritis dalam proses keberlangsungan hidup ibu dan bayi baru lahir. Pada umumnya kematian ibu dan bayi baru lahir terjadi pada satu bulan pertama post partum. Oleh karena itu, pada masa nifas sangat diperlukan perawatan kesehatan yang intensif untuk mencegah risiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir. Adat istiadat negatif yang membentuk perilaku masyarakat hingga menjadi suatu kebiasaan masyarakat menjadi penghambat pola hidup sehat di lingkungan masyarakat, salah satu diantaranya yaitu kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan pemenuhan nutrisi khususnya pada ibu nifas. Derajat kesehatan yang optimal sangat erat kaitannya dengan pemenuhan nutrisi yang seimbang baik kuantitas maupun kualitas dari nutrisi yang di konsumsi oleh setiap individu. Masyarakat meyakini bahwa budaya yang diwariskan oleh leluhur secara turun-temurun dalam perawatan ibu nifas memberikan banyak dampak yang positif dan menguntungkan bagi masyarakat, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat dalam meningkatlkan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study literature review yaitu dengan mengunjungi beberapa halaman artikel dari word wide web dengan pemaparan secara naratif untuk melihat berbagai hasil penelitian tentang kebudayaan masyarakat dalam perawatan masa nifas. Berdasarkan beberapa hasil penelitian diperoleh bahwa faktor budaya berhubungan dengan proses penyembuhan selama perawatan masa nifas. Ibu yang menjalankan masa nifas dengan budaya yang positif akan berpengaruh terhadap status derajat kesehatannya.
Copyrights © 2022