Latar Belakang: Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Indonesia merupakan negara keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Program Keluarga Berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Peserta KB di Indonesia pada tahun 2018 masih mengandalkan kontrasepsi hormonal dengan persentase tertinggi yaitu KB suntik (63,71%).Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 60 orang responden diambil dengan tekhnik random sampling. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari responden melalui teknik kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data pelayanan KIA di Klinik Pratama Nirmala Sapni. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan persentase dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian, pengetahuan yang baik ada 38,33%, sikap yang tertinggi yaitu setuju 26,66%. Analisis bivariat menyimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan di Klinik Pratama Nirmala Sapni Tahun 2020 (p-Value=0,048) dan tidak ada hubungan sikap dengan pemilihan KB suntik 3 bulan di Klinik Pratama Nirmala Sapni Tahun 2020 (p-Value=0,064).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, tidak ada hubungan sikap dengan pemilihan KB suntik 3 bulan. Hal ini berarti responden dengan pengetahuan yang baik mengenai kontrasepsi suntik cenderung lebih memilih menggunakan kontrasepsi suntik sehingga bisa dikatakan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih metode kontrasepsi suntik. Dan responden dengan sikap baik maupun kurang baik lebih banyak menggunakan kontrasepsi suntik dibandingkan dengan kontrasepsi lainnya. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kontrasepsi Suntik 3 Bulan.
Copyrights © 2021