Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS UNSUR-UNSUR PEMBAGIAN PENGIMUNAN DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS SIMARIMBUN KOTA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2020 Sondang ET Simanungkalit; Eva Ratna Dewi; Martaulina Sinaga; Asnita Sinaga
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v7i1.504

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pemberian imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Dengan pemberian imunisasi berbagai penyakit seperti hepatitis B, tuberkulosis, polio, difteri, pertusis, tetanus, dan lainnya dapat dicegah. Pentingnya pemberian imunisasi dapat dilihat dari banyaknya balita yang meninggal akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD31). Metode: Jenis penelitian ini dilakukan dengan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melakukan pengukuran variabel pada satu saat tertentu tiap subjek hanya diobservasi satu kali dan pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat pemeriksaan tertentu dan tidak melakukan tindak lanjut terhadap pengukuran yang dilakukan dimana variable terikat adalah Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi dan Variabel Bebas adalah Pendidikan Ibu, Pengetahuan Ibu, Status Pekerjaan Ibu, Jumlah Anak dalam Keluarga dan Dukungan Keluarga, dimana peneliti menetapkan sebanyak 64 orang ibu yang memiliki bayi usia 0 – 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simarimbun Kota Pematangsiantar sebagai responden. Hasil: Setelah dilakukan penelitian maka didapat hasil dari 64 responden pada tingkat Pendidikan uji chi square nilai Asymp.Sig.(2-sided) P0.035, pengetahuan ibu, nilai Asymp.Sig. (2-Sided)0.088, Pekerjaan Ibu nilai Asymp.Sig. (2-sided) 0.322, Jumlah anak nilai Asymp. Sig. (2 – Sided) 0.168, dukungan keluarga nilai Asymp.Sig. (2-Sided) 0.159. Kesimpulan: Dari semua variabel bebas tidak semua faktor memiliki hubungan atau mempengaruhi pada tingkat kelengkapan imunisasi pada bayi, hanya faktor Tingkat Pendidikan Ibu dan Faktor Pengetahuan Ibu yang ada hubungannya dengan Imunisasi pada bayi sedangkan Faktor Pekerjaan Ibu, Jumlah anak, dan Dukungan Keluarga tidak ada hubungannya dan tidak mempengaruhi kelengkapan imunisasi pada bayi.Hasil dari penelitian ini hanya berdasarkan penilaian dari nilai value dan Asymp.Sig (2-Sided) saja, tidak bisa berdasarkan hasil Expecteed count.
Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Panjang Badan Lahir Bayi dan Kejadian Stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara Lusiatun Lusiatun; Kismiasih Adethia; Asnita Sinaga
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.345 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.580

Abstract

 Latar Belakang: Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu stunting. Stunting pada anak menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi terhadap panjang badan lahir dan kejadian stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2019.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Secanggang, Kabupaten Langkat pada tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak yang mengalami stunting dan 30 yang tidak mengalami stunting. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik Regresi Logistik Ganda.Hasil: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap stunting (OR=0,23; 95%CI=0,069-0,774; p=0,018), sedangkan status sosial orang tua tidak signifikan terhadap stunting dengan (OR=0,86;, 95%CI=0,378-1,989; p=0,736). Pada status gizi ibu hamil terhadap panjang badan bayi (OR=1,149; 95%CI=0,282-4,673; p=0,847) dan status sosial ekonomi terhadap panjang badan bayi dengan (OR=0,396 , 95%CI=0,116-1,349; p= 0,138).Kesimpulan: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting, sehingga ibu hamil harus memperhatikan status gizinya selama hamil.Kata kunci: stunting, panjang badan lahir, status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi Abstract Background: Indonesia is currently still facing nutritional problems that have a serious impact on the quality of human resources, namely stunting. Stunting in children shows the condition of failure to grow in children due to chronic malnutrition from the baby in the womb until the age of two years. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of the nutritional status of pregnant women, socioeconomic status on the birth length, and the incidence of stunting in Langkat District, North Sumatra in 2019.Method: This research was an observational analytic study with a retrospective. The sample in this study was children aged 12-59 months in the Secanggang Health Center, Langkat. The number of samples in this study was 30 children who stunting and 30 who did not stunt. The sampling technique used was purposive sampling. Statistical test for Multiple Logistic Regression.Results: There was an effect of nutritional status of pregnant women on stunting (OR = 0.23; 95% CI = 0.069-0.774; p = 0.018), while the social status of parents was not significant to stunting with (OR = 0.86; 95% CI = 0.378-1.989; p = 0.736). On the nutritional status of pregnant women for the length of the baby (OR = 1.149; 95% CI = 0.282-4.673; p = 0.847) and socioeconomic status for the length of the baby with (OR = 0.396, 95% CI = 0.116-1.349; p = 0.138).Conclusion: There is an influence of the status of nutritional pregnant women on the incidence of stunting, so pregnant women must pay attention to the nutritional status during pregnancy. Keywords: stunting, body length of birth, nutritional status of pregnant women, socioeconomic status
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPM PERA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2019 Asnita Sinaga
Excellent Midwifery Journal Vol 3, No 1 (2020): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.684 KB) | DOI: 10.55541/emj.v3i1.126

Abstract

Pijat bayi disebut juga sebagai stimulus touch atau terapi sentuh. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui adakah pengaruh pijat bayi   terhadap kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan di BPM Pera Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment, dengan pendekatan rancangan penelitian One Group Pretest dan PostTest Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh bayi usia 0-6 bulan di BPM bidan Pera sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah  bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 10 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji T-test. Hasil yang diperoleh dari 10 responden sebelum dilakukan pemijatan bayi rewel, susah tidur, sering terbangun pada malam hari, dan rata-rata kualitas tidur responden adalah 11 jam/hari dan sesudah dilakukan pemijatan ada perbedaan signifikan dimana bayi menjadi rileks, bugar saat bangun tidur dan tidak rewel, mengatasi sakit perut dan adanya ikatan kasih sayang antara ibu dan bayinya, peningkatan kualitas tidur dari yang 11 jam/hari menjadi 15 jam/hari. Dengan hasil uji paired T-test  p=0,000 lebih kecil dari p=0,05,  dimana terdapat pengaruh antara  pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan di BPM Pera Kecamatan Medan TuntunganTahun 2019. Mengembangkan edukasi tentang pijat bayi kepada masyarakat dengan cara memberikan penyuluhan dan penerapan pijat bayi. Kata kunci :Pijat bayi, Kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan
Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Pemberian Kolostrum pada Bayi Baru Lahir di Klinik Bersalin Heny Kasih Tahun 2022 Riska Susanti Pasaribu; Ridesman Ridesman; Deby Cintya Yun; Asnita Sinaga; Syahratul Mufida; Rosmelina Buulolo
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v2i2.363

Abstract

Kolostrum merupakan bagian dari ASI yang penting untuk diberikan pada kehidupan pertama bayi, karena colostrum mengandung Zat kekebalan tubuh terutama immunoglobulin (IgA) untuk melindungi bayi dari berbagai zat infeksi. Sebanyak 3 juta anak di antaranya meninggal tiap tahun akibat gizi kurang. Data WHO AKB di dunia 54 per 1000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi yang cukup tinggi di dunia pada tahun 2017 yaitu sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup. Kurangnya pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor internal yang menyebabkan ibu- ibu tidak berhasil dalam memberikan kolostrum pada bayinya di karenakan pemahaman ibu yang salah sehingga menyebabkan ibu lebih memilih untuk membuang air susu pertamakali keluar dengan menyakini bahwa air susu yang pertamakali keluar merupakan air susu yang telah basi. Rendahnya pengetahuan ini dapat disebabkan karena ibu belum pernah mendapatkan informasi tentang pemberian kolostrum dengan tepat sehingga ibu tidak memberikan kolostrum kepada bayinya. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu postpartum untuk memberikan kolstrum kepada bayinya sehingga ibu dapat menyusukan bayinya sejak dini yang dapat meningkatkan ikatan batin yang kuat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan di Klinik Heny Kasih dengan jumlah responden 15 ibu postpartum evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pretest-posttest. Berdasarkan rata-rata ibu postpartum sebelum diberikan promosi kesehatan (Penyuluhan)  tentang pemberian kolostrum ibu tidak memahami pentingnya kolostrum, sehingga pemahaman ibu dan keluarga segera untuk membuang air susu yang pertamakali keluar. Setelah diberikan Promosi Kesehatan (penyuluhan), Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang pemberian kolostrum telah meningkat dan akan memberikan sesegera mungkin kolostrum yang keluar. Setelah diberikan Promosi Kesehatan (penyuluhan) hasil yang didapatkan yaitu pengetahui ibu yang baik 60% dan pengetahuan ibu yang cukup ada 40 %. Sehingga dapat disimpulkan, pengetahuan ibu tentang pemberian kolostrum secara tepat meningkat setelah diberikan penyuluhan, karena ibu menyimak saat diberikan. Promosi Kesehatan (penyuluhan) dan adanya rasa ingin tahu dari ibu sendiri. Hal ini membuktikan sebagai petugas kesehatan perlunya edukasi yang seluas-luas nya kepada masyarakat terutama bagi ibu hamil yang akan memiliki anak dan memberikan kolostrum. Bagi masayarakat sebaiknya lebih aktif lagi berperan serta dalam pelayanan kesehatan bagaimana pentingnya pemberian kolostrum dengan baik.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Nifas Kamelia Sinaga; Asnita Sinaga; Imran Saputra Surbakti; Ninsah Mandala Putri; Rumondang
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.089 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.23

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) merekomendasikan dua hal penting yang harus dilakukan yaitu, memberikan air susu ibu kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, dan memberikan hanya ASI saja atau pemberian ASI secara eksklusif. Rendahnya cakupan ASI di Indonesia menyebabkan akibat yang tidak baik bagi kesehatan bayi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan suplai ASI adalah dengan mengkonsumsi rebusan daun kelor yang dipercaya mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI di Desa Desa Beringin kecamatan beringin Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest, dengan menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah sampel 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelancaran produksi ASI sebelum diberikan rebusan daun kelor adalah 4,00 dengan standar deviasi 1,622, sedangkan rata-rata kelancaran produksi ASI setelah diberikan rebusan daun kelor adalah 6,15 dengan standar deviasi 1,137. Dari analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan P value (0,000) < a (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Diharapkan pada tenaga kesehatan untuk agar menggunakan rebusan daun kelor sebagai alternative untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas Background: World Health Organization(WHO) recommends two important things to do namely, giving breast milk to the baby immediately within 30 minutes after the baby is born, and giving only breast milk or exclusive breastfeeding. The low coverage of breast milk in Indonesia contributes a bad effect on the health of infants. One of the efforts made to increase the supply of breast milk is by consuming boiled moringa leaves which are believed to contain phytosterol compounds that function to increase and facilitate milk production. This study aims to determine the effect of Moringa leaf decoction on the smooth production of breast milk in Beringin districts beringin in 2021. This type of research is Quasy Experiment with One Group Pretest-Posttest research design, using saturated sample technique with a sample of 20 people. The results showed that the average smoothness of ASI production before given Moringa leaf decoction was 4.00 with a standard deviation of 1.622, while the average smoothness of ASI production after given Moringa leaf decoction was 6.15 with a standard deviation of 1.137. From the data analysis using the Wilcoxon test, it was obtained that P value (0,000) <a (0.05), it can be concluded that H0 was rejected and Ha was accepted. It is expected that health workers should use boiled Moringa leaves as an alternative to increase milk production in postpartum mothers. From the data analysis using the Wilcoxon test, it was obtained that P value (0,000) <a (0.05), it can be concluded that H0 was rejected and Ha was accepted. It is expected that health workers should use boiled Moringa leaves as an alternative to increase milk production in postpartum mothers. From the data analysis using the Wilcoxon test, it was obtained that P value (0,000) <a (0.05), it can be concluded that H0 was rejected and Ha was accepted. It is expected that health workers should use boiled Moringa leaves as an alternative to increase milk production in postpartum mothers
The Effect of Primigravida Mother's Perineal Massage on Perineal Rupture in Tutun Sehati Pratama Clinic, Tanjung Morawa District Deli Serdang Year 2021 Asnita Sinaga
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.811

Abstract

The incidence of perineal tears needs to be prevented, one of which is by doing perineal massage. Perineal massage is one way to increase blood flow, elasticity, and relaxation of the pelvic floor muscles (Mogan, 2013). According to the World Health Organization (WHO), the maternal mortality rate in the world in 2015 was 2016 per hundred live births or it is estimated that the number of maternal deaths was 303,000 deaths with the highest number being in developing countries, which was 302,000 deaths. The type of research conducted is qualitative research with quasi-experimental research design with post-test only with group design. The results of the study The majority in the intervention group did not rupture, namely 18 respondents (45%), the control group 3 respondents (7.5), the intervention group ruptured 2 (5%), the rupture control group 17 (42.5%), chi-test square the effect of perineal massage on rupture in the intervention group and the control group, it was found that the p(sig) value was 0.000 < 0.05. this can be interpreted that there is an effect of perineal massage for primigravida mothers on perineal rupture at the Tutun Sehati Primary Clinic, Tanjung Morawa District. There is an effect of perineal massage for primigravida mothers on perineal rupture at the Tutun Sehati Primary Clinic, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency in 2021.
THE EFFECTIVENESS OF CELERY BOILED WATER ON LOWERING BLOOD PRESSURE IN THE ELDERLY WITH HYPERTENSION IN THE WORKING AREA OF THE SIMALINGKAR PUBLIC HEALTH CENTER IN 2020 Lasria Simamora; Ninsah M.P Br. Sembiring; Asnita Sinaga
International Journal of Midwifery Research Vol. 2 No. 1 (2022): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/ijmr.v2i1.26

Abstract

Hypertension or high blood pressure is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg on two measurements with an interval of five minutes in a rest/quiet state. The management of hypertension can basically be done pharmacologically and non-pharmacologically. One non-pharmacological treatment is to use celery. Celery contains the flavonoid apigenin, vitamin C, apiin, calcium, and magnesium which can reduce hypertension. This study aims to analyze the effectiveness of celery boiled water in lowering blood pressure in patients with hypertension. This study used a pre post experimental design. The number of respondents at the Simalingkar Health Center workplace as many as 20 respondents who were given celery boiled water with a significance level of <0.05. The results showed that the P value of 0.00 (<0.05) means that celery boiled water is effective in reducing systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. The average difference between systolic and diastolic after drinking celery boiled water found an average difference between systolic and diastolic 15 mmHg and 10 mmHg, so it can be concluded that celery boiled water is effective for reducing hypertension.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMILIHAN KB SUNTIK 3 BULAN DI KLINIK PRATAMA NIRMALA SAPNI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN TAHUN 2020 Asnita Sinaga
Excellent Midwifery Journal Vol 4, No 1 (2021): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v4i1.206

Abstract

Latar Belakang: Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Indonesia merupakan negara keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Program Keluarga Berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Peserta KB di Indonesia pada tahun 2018 masih mengandalkan kontrasepsi hormonal dengan persentase tertinggi yaitu KB suntik (63,71%).Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 60 orang responden diambil dengan tekhnik random sampling. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari responden melalui teknik kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data pelayanan KIA di Klinik Pratama Nirmala Sapni. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan persentase dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian, pengetahuan yang baik ada 38,33%, sikap yang tertinggi yaitu setuju 26,66%. Analisis bivariat menyimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan di Klinik Pratama Nirmala Sapni Tahun 2020 (p-Value=0,048) dan tidak ada hubungan sikap dengan pemilihan KB suntik 3 bulan di  Klinik Pratama Nirmala Sapni Tahun 2020 (p-Value=0,064).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, tidak ada hubungan sikap dengan pemilihan KB suntik 3 bulan. Hal ini berarti responden dengan pengetahuan yang baik mengenai kontrasepsi suntik cenderung lebih memilih menggunakan kontrasepsi suntik sehingga bisa dikatakan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih metode kontrasepsi suntik. Dan responden dengan sikap baik maupun kurang baik lebih banyak menggunakan kontrasepsi suntik dibandingkan dengan kontrasepsi lainnya. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kontrasepsi Suntik 3 Bulan. 
PENERAPAN PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPM PERA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2022 Asnita Sinaga; Kamelia Sinaga; Siska Suci Triana Ginting; Rumondang Sitorus; Ade Rachmat Yudiyanto; Putri Andriani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1817

Abstract

Pijat bayi disebut juga sebagai stimulus touch atau terapi sentuh, dikatakan terapi sentuh karena aman antara ibu dan buah hatinya, salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Selain itu pada saat tidur tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak pada saat bayi tidur dibandingkan ketika bayi terbangun, Berdasarkan data WHO (world health organization) tahun 2012 yang dicantumkan dalam jurnal Pediatrics tercatat sekitar 33% bayi mengalami masalah tidur, Tujuan pengabdian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan lebih dan memahami mengenai pijat bayi dirumah untuk meningkatkan kualitas tidur bayi, Mengembangkan edukasi tentang pijat bayi kepada masyarakat dengan, cara memberikan penyuluhan dan penerapan pijat bayi. kegiatan pengabdian ini dibuatlah pijat bayi yang dapat meningkatkan kualitas tidur bayi tampa efek samping, selain itu dapat meningkatkan nafsu makan bayi.
Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Panjang Badan Lahir Bayi dan Kejadian Stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara Lusiatun Lusiatun; Kismiasih Adethia; Asnita Sinaga
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.580

Abstract

 Latar Belakang: Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu stunting. Stunting pada anak menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi terhadap panjang badan lahir dan kejadian stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2019.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Secanggang, Kabupaten Langkat pada tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak yang mengalami stunting dan 30 yang tidak mengalami stunting. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik Regresi Logistik Ganda.Hasil: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap stunting (OR=0,23; 95%CI=0,069-0,774; p=0,018), sedangkan status sosial orang tua tidak signifikan terhadap stunting dengan (OR=0,86;, 95%CI=0,378-1,989; p=0,736). Pada status gizi ibu hamil terhadap panjang badan bayi (OR=1,149; 95%CI=0,282-4,673; p=0,847) dan status sosial ekonomi terhadap panjang badan bayi dengan (OR=0,396 , 95%CI=0,116-1,349; p= 0,138).Kesimpulan: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting, sehingga ibu hamil harus memperhatikan status gizinya selama hamil.Kata kunci: stunting, panjang badan lahir, status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi Abstract Background: Indonesia is currently still facing nutritional problems that have a serious impact on the quality of human resources, namely stunting. Stunting in children shows the condition of failure to grow in children due to chronic malnutrition from the baby in the womb until the age of two years. Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of the nutritional status of pregnant women, socioeconomic status on the birth length, and the incidence of stunting in Langkat District, North Sumatra in 2019.Method: This research was an observational analytic study with a retrospective. The sample in this study was children aged 12-59 months in the Secanggang Health Center, Langkat. The number of samples in this study was 30 children who stunting and 30 who did not stunt. The sampling technique used was purposive sampling. Statistical test for Multiple Logistic Regression.Results: There was an effect of nutritional status of pregnant women on stunting (OR = 0.23; 95% CI = 0.069-0.774; p = 0.018), while the social status of parents was not significant to stunting with (OR = 0.86; 95% CI = 0.378-1.989; p = 0.736). On the nutritional status of pregnant women for the length of the baby (OR = 1.149; 95% CI = 0.282-4.673; p = 0.847) and socioeconomic status for the length of the baby with (OR = 0.396, 95% CI = 0.116-1.349; p = 0.138).Conclusion: There is an influence of the status of nutritional pregnant women on the incidence of stunting, so pregnant women must pay attention to the nutritional status during pregnancy. Keywords: stunting, body length of birth, nutritional status of pregnant women, socioeconomic status