Farmaka
Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)

ANALISIS EFEKTIFITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK MEROPENEM DAN TIGECYCLINE PADA PASIEN ACUTE RESPIRATORY FAILURE (ARF) DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RS Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

Sry Y. Manurung (Unknown)
Cherry Rahayu (Unknown)
Auliya A. Suwantika (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2020

Abstract

Kondisi Acute Respiratory Failure (ARF) merupakan salah satu tantangan terbesar di rumah sakit terutama di ICU karena terkait tingginya morbiditas dan mortalitas nya di rumah sakit (Pisani, Corcione , & Nava, 2016). Dari data sensitivitas antibiotik ICU pada pasien ARF, Meropenem dan Tygecycline merupakan antibiotik yang sensitive terhadap berturut-turut 8 dan 10 jenis bakteri yang ada pada sampel kultur pasien ARF. Kedua antibiotik tersebut memiliki harga yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manakah nilai cost effectiveness yang lebih tinggi antara antibiotik meropenem dan kombinasi tygacycline pada pengobatan ARF di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung serta melihat probabilitasnya dalam menurunkan leukosit . Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien, data laboratorium dari website laboratorium RSHS,  data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) periode Januari 2017-Desember 2018 meliputi total biaya medik dari rumah sakit/healthcare perspective serta tarif INA CBGs dari BPJS/payer perspective. Nilai efektivitas pada penelitian ini diukur dalam penurunan leukosit. Hasil menunjukan nilai Average Cost-effectiveness Ratio (ACER) pada penggunaan Meropenem dari payer dan healthcare perspective secara berturut-turut adalah Rp. 22.799 dan Rp. 26.571 per 1 sel leukosit/mm3, lebih tinggi dibandingkan penggunaan Tygecycline yaitu Rp. 8.627 dan Rp. 16.118 per 1 sel leukosit/mm3. Berdasarkan hasil perhitungan Incremental Cost-effectiveness Ratio (ICER), diketahui bahwa jika penggunaan Tygecycline menggantikan Meropenem maka akan menghemat biaya sebesar Rp. 10.558 (payer perspective) dan menyebabkan kerugian Rp. 6.306 (healthcare perspective). Dari model pohon keputusan, penggunaan Tygecycline memiliki probabilitas lebih tinggi dalam menurunkan leukosit dibanding penggunaan Meropenem yaitu berturut-turut 67% dan 56%. Nilai EMV keduanya menunjukkan bahwa impact kerugian pada penggunaan Meropenem (Rp.955.248 per hari) lebih besar dibandingkan pada penggunaan Tygecycline (Rp. 465.330 per hari).

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

farmaka

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Materials Science & Nanotechnology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and ...