Riset ini dilatarbelakangi oleh kasus yang dialami peserta didik dalam daya melisankan bunyi vokal, serta peserta didik tuli kerap salah melafalkan ataupun melafalkan bunyi. Tipe riset terapan merupakan riset sikap kategori. Informasi digabungkan lewat pemantauan, uji, pemilihan, serta diolah dengan cara kualitatif serta kuantitatif. Survey dicoba berkolaborasi dengan orang tua kategori serta aktivitas dicoba dalam 2 daur. Setiap siklus terdiri dari empat sesi 60 menit. 3%, 46,6%, 50%, 56,6%; Skor AM adalah 40%, 43,3%, 46,6%, 50%. Meskipun keterampilan siswa meningkat secara signifikan pada siklus II, hasil yang dicapai IA dari pertemuan I sampai dengan 4 adalah 66,6%, 80%, 90%, dan 96,6%. Di sisi lain, AM adalah 63,3%, 76,6%, 86,6%, 93,3%. Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa dapat disimpulkan bahwa metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan melafalkan huruf vokal pada anak tunarungu kelas II SLB N 097707 Perumnas Batu VI.
Copyrights © 2022