Wabah COVID-19 saat ini telah menyebar diseluruh penjuru Dunia termasuk Indonesia memiliki banyak dampak yang salah satunya berdampak pada pembelajaran. Dengan adanya pandemi, kerangka pembelajaran yang terputus telah berubah menjadi kerangka kerja pembelajaran berbasis web/ daring yang memiliki kelemahan antara lain terbatasnya kewenangan inovasi data oleh pendidik dan siswa, kurangnya kantor dan yayasan, terbatasnya akses internet, tidak adanya penyusunan rencana pengeluaran dan ongkos serta biaya yang digunakan selama pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa-apa saja persepsi orang tua murid mengenai peraturan pembelajaran online atau daring yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode penelitian menggunakan strategi kualitatif deskriptif dengan menggunakan 4 responden. Adapun hasil penelitian didapatkan tentang persepsi orangtua terhadap pembelajaran daring ada 4 kriteria, yaitu kedua orangtua bekerja, salah satu orang tuanya bekerja, kedua orangtua tidak bekerja, dan keduanya bekerja namun bekerja dirumah. Hal tersebut berkaitan pada orangtua dengan anaknya yang melaksanakan proses pembelajaran daring dirumah sehingga terdapat berbagai persepsi orangtua mengenai kendala orangtua dalam mendampingi anak belajar daring, upaya yang dilakukan orangtua dalam mendampingi anak, pemahaman anak terkait pembelajaran daring atau luring, serta rasa optimis orang tua terhadap pembelajaran daring.
Copyrights © 2022