Penelitian ini dilatar belakangi atas semakin meningkatnya kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di dalam jaringan sebagai upaya untuk senantiasa memfasilitasi siswa yang tidak dapat belajar secara langsung di sekolah selama masa Pandemi COVID-19. Peningkatan aktivitas pembelajaran dalam jaringan tersebut nyatanya memberikan masalah baru baik bagi guru, siswa maupun orang tua. Khusus guru, cukup banyak permasalahan yang ditemui, salah satu yang paling mendasar yaitu kurangnya pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun desain pembelajaran dalam jaringan dimana terdapat berbagai perbedaan terutama dalam hal pemanfaatan beberapa teknologi informasi dan komunikasi yang selama ini tidak terlalu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kompetensi guru MI di Jawa Barat terkait dengan pembelajaran dalam jaringan. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang guru yang berasal dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengukuran (Rating scale). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi guru MI secara umum berada pada kriteria Rendah (67%) dengan rincian tingkat pemahaman konsep pembelajaran dalam jaringan berada pada kriteria Sangat Rendah (32%), tingkat kompetensi perencanaan pembelajaran berada pada kategori Sangat Tinggi (98%), tingkat kompetensi pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan berada pada kategori Rendah (69%) dan tingkak kompetensi penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran berada pada kategori Rendah (68%). Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru MI dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dalam jaringan masih rendah khususnya pada aspek pemahaman mengenai konsep pembelajaran dalam jaringan.
Copyrights © 2022