Objective: World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyatakan bahwa kejadian balita stunting di dunia mencapai sebesar 22,9% atau 154,8 juta balita. Tahun 2020 angka prevalensi stunting nasional mencapai 24,1%. Stunting adalah kondisi balita yang memiliki ukuran badan pendek dan tidak sesuai dengan umur. Stunting harus ditekan dari hulu ke hilir mulai dari program edukasi hingga intervensi gizi untuk mencegah anak gagal tumbuh. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat mengatasi permasalahan stunting yaitu dengan pembentukan kelompok TPK (Tim Pendamping Keluarga). Methods: Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra experimental one group pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini kader TPK sejumlah 32 orang di Kecamatan Marga. Teknik sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dengan jenis Total sampling. Results: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh edukasi tentang stunting terhadap tingkat pengetahuan kader TPK dengan nilai p = 0,284, dimana nilai p lebih besar dari p value 0,05, tidak ada pengaruh yang siginifikan antara pemberian pendidikan kesehatan mengenai stunting terhadap sikap kader TPK dimana nilai p>α (p=0.124, α=0.05) dan tidak ada pengaruh yang siginifikan antara pemberian pendidikan kesehatan mengenai stunting terhadap tindakan kader dimana nilai p>α (p=0.157, α=0.05. Conclusion: Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya yaitu factor pendidikan dan pengalaman. Sebagian besar responden sudah mendapatkan pengalaman tentang stunting baik berupa penyuluhan ataupun pelatihan sehingga pengetahuan TPK sudah mumpuni untuk melaksanakan perannya secara optimal dalam upaya pencegahan stunting. Pengetahuan yang baik juga akan tercermin dalam sikap dan tindakan yang baik pula.
Copyrights © 2022