Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

POSISI DUDUK DALAM PELUKAN ORANG TUA SELAMA INSERSI INTRAVENA: APLIKASI COMFORT FOOD FOR THE SOUL Rahyanti, Ni made Sri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.226

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Posisi duduk dalam pelukan orang tua selama prosedur insersi kateter intravena merupakan intervensi kenyamanan dari teori keperawatan Kolcaba. Proyek inovasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan rasa nyaman pada anak selama prosedur insersi kateter intravena melalui intervensi posisi duduk dalam pelukan orang tua untuk mengurangi nyeri anak.Metode: Metode yang digunakan adalah metode PICO (Patient, Intervention, Comparison, Outcome) dan melibatkan 18 responden anak usia 1-4 tahun yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Proyek inovasi ini dilaksanakan selama 3 bulan.Hasil: Analisa uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri posisi duduk dalam pelukan orang tua dengan posisi telentang (p=0,016; α=0,05).Kesimpulan: Posisi duduk dalam pelukan orang tua dapat mengurangi skor nyeri anak selama prosedur insersi kateter intravena serta posisi ini mudah dan sederhana untuk dilakukan.    Kata Kunci: comfort, insersi, pelukan, posisi dudukABSTRACTBackground: Sitting position in parent's hold during insertion intravenous catheter is a comfort intervention from Kolcaba’s theory of nursing. This innovation project aimed to describe application of comfort intervention during insertion intravenous catheter through sitting position in parent's hold to reduce children pain. Methods: The innovation project used PICO method (Patient, Intervention, Comparison, and Outcome) involving 18 respondents, aged 1–4 years, who were included in the intervention and control group. This innovation project has been applied in 3 month. Results: The result of a Mann-Whitney U test analysis showed a significant difference in the pain score between the intervention and control groups (p= 0,016; α =0,05). Conclusion: Sitting position in parent's hold can reduce children pain during insertion intravenous catheter. This intervention is easy and simple to do.Keyword : comfort, insertion, holding, sitting position
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MASA PANDEMI COVID-19 Ni Kadek Sriasih; Ni Made Sri Rahyanti
Menara Medika Vol 4, No 2 (2022): VOL 4 NO 2 MARET 2022
Publisher : Menara Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v4i2.3187

Abstract

Latar Belakang: Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi mengembalikan kondisi tubuh. Bagi anak-anak tidur menjadi hal yang sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental, karena mereka berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan. Kebutuhan tidur yang cukup dan berkualitas dapat meningkatkan kualitas hidup anak, memori, semangat belajar, konsentrasi, dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur anak usia sekolah di masa pandemi COVID 19. Metode: Rancangan penelitian ini adalah descriptive cross sectional. Penelitian ini adalah penelitian daring yang dilaksanakan dari tanggal Pebruari-Maret 2021 dengan jumlah 202 responden anak usia sekolah berasal dari sembilan kabupaten di Propinsi Bali. Hasil: dari 202 responden sebanyak 128 responden (63,4%) mengalami gangguan pola tidur selama pandemi COVID-19. Kesimpulan: Kondisi pandemi dapat berdampak pada tidur anak, sehingga jika tidak tertangani dapat menimbulkan masalah kesehatan pada anak. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari orang tua dalam memfasilitasi tidur anak yang berkualitas.
THE READINESS OF NURSES IN PROVIDING PALLIATIVE CARE IN BALI Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D; Ni Made Sri Rahyanti
Journal of Islamic Nursing Vol 6 No 1 (2021): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v6i1.21990

Abstract

The number of palliative care increases over time. Nurses have the biggest regulations in providing palliative care, because of that the readiness of nurses is an important thing in a palliative care setting. This study aimed  to determine the readiness of nurses in providing palliative care. This research design was descriptive with cross sectional approach. There were four variables measured in this study such as knowledge, capability, willingness, and resilience of nurses in providing  palliative care. The questionnaires were used in data collection. The number of samples in this study were 375 nurses. Tthe results showed that nurses still had less and varied knowledge about palliative care (median 9; variant 6.4). In this study, it was also found that nurses had the capability (median 6; variant 5.5), willingness (median 5; variant 0.8) and resilience (median 3; variant 0.5) in providing palliative care. The readiness of nurses in providing palliative care must be well prepared to improved quality and quantity of palliative care.Keywords: Readiness, Nurses, Palliative Care
POSISI DUDUK DALAM PELUKAN ORANG TUA SELAMA INSERSI INTRAVENA: APLIKASI COMFORT FOOD FOR THE SOUL Ni made Sri Rahyanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.091 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.226

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Posisi duduk dalam pelukan orang tua selama prosedur insersi kateter intravena merupakan intervensi kenyamanan dari teori keperawatan Kolcaba. Proyek inovasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan rasa nyaman pada anak selama prosedur insersi kateter intravena melalui intervensi posisi duduk dalam pelukan orang tua untuk mengurangi nyeri anak.Metode: Metode yang digunakan adalah metode PICO (Patient, Intervention, Comparison, Outcome) dan melibatkan 18 responden anak usia 1-4 tahun yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Proyek inovasi ini dilaksanakan selama 3 bulan.Hasil: Analisa uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri posisi duduk dalam pelukan orang tua dengan posisi telentang (p=0,016; α=0,05).Kesimpulan: Posisi duduk dalam pelukan orang tua dapat mengurangi skor nyeri anak selama prosedur insersi kateter intravena serta posisi ini mudah dan sederhana untuk dilakukan.    Kata Kunci: comfort, insersi, pelukan, posisi dudukABSTRACTBackground: Sitting position in parent's hold during insertion intravenous catheter is a comfort intervention from Kolcaba’s theory of nursing. This innovation project aimed to describe application of comfort intervention during insertion intravenous catheter through sitting position in parent's hold to reduce children pain. Methods: The innovation project used PICO method (Patient, Intervention, Comparison, and Outcome) involving 18 respondents, aged 1–4 years, who were included in the intervention and control group. This innovation project has been applied in 3 month. Results: The result of a Mann-Whitney U test analysis showed a significant difference in the pain score between the intervention and control groups (p= 0,016; α =0,05). Conclusion: Sitting position in parent's hold can reduce children pain during insertion intravenous catheter. This intervention is easy and simple to do.Keyword : comfort, insertion, holding, sitting position
PENGARUH PELATIHAN KADER TERHADAP KESIAPAN KADER DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ni Made Sri Rahyanti; Ni Kadek Sriasih
Menara Medika Vol 5, No 1 (2022): VOL 5 NO 1 SEPTEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i1.3492

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu gangguan pertumbuhan yang sulit dideteksi di masyarakat dan masih menjadi penanganan utama dalam pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Keterlibatan kader dalam pencegahan stunting telah dilaksanakan, namun kesiapan kader dalam mencegah stunting belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pelatihan kader terhadap kesiapan kader dalam pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode praexperiment one group pre post test. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yangberjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kesiapan kader dan lembar observasi pengukuran pertumbuhan anak yang telah dilakukan uji content validity. Hasil: Uji Wilcoxon digunakan dalam analisa data dengan hasil nilai p
Eksplorasi Pengalaman Perawat Memberikan Posisi Duduk dalam Pelukan Orang Tua Selama Insersi Intravena: Studi Kualitatif Ni Made Sri Rahyanti
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIA Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan Raflesia, Prodi Keperawatan Curup, Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.982 KB) | DOI: 10.33088/jkr.v4i2.763

Abstract

Intravenous insertion with parental holding and upright position reduces pain and anxiety in young children. This position has not been routinely applied by nurses, even though several nurses have been introduced and carried out this position. The aim of this study was to explore nurses experience gave “parental holding and upright position” during insertion intravenous procedure. This study used phenomenology qualitative study. The number of samples in this study were 10 nurses with inclusion criteria is nurse who had given parental holding and upright position while intravenous insertion. Exclusion criteria is nurse who was not present at the interview due to illness. Data collected through in-depth interviews. Based on the interview, it was found theme “intravenous insertion procces is more enjoyable”. Nurses found it easier to work because children are comfortably restrained by their parents, and children are more comfortable when their parents hug them. This position provides a positive thing for both nurses and children. The parental holding and upright position can be used as a routine position by nurses when carrying out intravenous insertion procedures because through this position the nurse and young children become more comfortable during the procedure.
Optimalisasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) Dalam Upaya Pencegahan Stunting Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Made Sri Rahyanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i4.15285

Abstract

Objective:  World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyatakan bahwa kejadian balita stunting di dunia mencapai sebesar 22,9% atau 154,8 juta balita. Tahun 2020 angka prevalensi stunting nasional mencapai 24,1%. Stunting adalah kondisi balita yang memiliki ukuran badan pendek dan tidak sesuai dengan umur. Stunting harus ditekan dari hulu ke hilir mulai dari program edukasi hingga intervensi gizi untuk mencegah anak gagal tumbuh. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat mengatasi permasalahan stunting yaitu dengan pembentukan kelompok TPK (Tim Pendamping Keluarga). Methods:  Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra experimental one group pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini kader TPK sejumlah 32 orang di Kecamatan Marga. Teknik sampling yang digunakan yaitu non probability  sampling dengan jenis Total sampling. Results:  Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh edukasi tentang stunting terhadap tingkat pengetahuan kader TPK dengan nilai p = 0,284, dimana nilai p lebih besar dari p value 0,05, tidak ada pengaruh yang siginifikan antara pemberian pendidikan kesehatan mengenai stunting terhadap sikap kader TPK dimana nilai p>α (p=0.124, α=0.05) dan tidak ada pengaruh yang siginifikan antara pemberian pendidikan kesehatan mengenai stunting terhadap tindakan kader dimana nilai p>α (p=0.157, α=0.05. Conclusion: Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya yaitu factor pendidikan dan pengalaman. Sebagian besar responden sudah mendapatkan pengalaman tentang stunting baik berupa penyuluhan ataupun pelatihan sehingga pengetahuan TPK sudah mumpuni untuk melaksanakan perannya secara optimal dalam upaya pencegahan stunting. Pengetahuan yang baik juga akan tercermin dalam sikap dan tindakan yang baik pula.
Beban Orang Tua dalam Merawat Anak Berkebutuhan Khusus di Bali Anak Agung Istri Wulan Krisnandari; Ni Made Sri Rahyanti; Ni Kadek Sriasih; Ni Made Candra Citra Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i4.9585

Abstract

ABSTRACT Children with special needs (ABK) are children who experience limitations both physically, mentally-intellectually, socially, and emotionally. So that these children tend to require special care from their parents. Where this often creates a burden for parents.This research aims to describe the burden on parents as the main caregiver in caring for children with special needs in Bali. The design used in this research is descriptive quantitative with a cross sectional approach. The research was conducted in August-September 2022 at 2 State SLNs in Bali. The inclusion criteria in this study were parents of children with special needs who were active as students at SLB Negeri 1 and SLB Negeri 3 Denpasar. Using purposive sampling method, the sample used was 97 people. The instrument used is the Zarit Burden Interview (ZBI). The data were then analyzed by using descriptive analysis test (frequency and percentage). The results showed that 51.5% of parents had little or no burden, 39.2% had a light-moderate burden, 7.2% had a moderate-severe burden, and 2.1% had a heavy burden in caring for children with needs special. Even though the majority of parents are known to have a minimal burden, efforts are still needed to help ease the burden that parents feel in caring for children with special needs. Keywords: Burden, Parent, Children with Special Needs  ABSTRAK Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mengalami keterbatasan baik dari segi fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional. Sehingga anak-anak ini cenderung memerlukan perawatan khusus dari orang tua. Dimana hal tersebut acapkali menimbulkan adanya beban bagi orang tua. Penelitian ini untuk bertujuan untuk menggambarkan beban orang tua sebagai caregiver utama dalam merawat anak berkebutuhan khusus di Bali. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada Agustus-September 2022 di 2 SLB Negeri di Bali. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah orang tua pada anak berkebutuhan khusus yang tercatat aktif sebagai siswa di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar.  Menggunakan metode purposive sampling, sampel yang digunakan berjumlah 97 orang. Instrumen yang digunakan adalah Zarit Burden Interview (ZBI). Data kemudian dianalisis dengan uji analisis deskriptif (frekwensi dan persentase). Hasil penelitian didapatkan 51,5% orang tua memiliki beban sedikit atau tidak ada beban, 39,2 % memiliki beban ringan-sedang, 7,2%  memiliki beban sedang-berat, dan 2,1 % memiliki beban yang berat dalam merawat anak berkebutuhan khusus. Walaupun mayoritas orang tua diketahui memiliki beban yang minimal, namun masih diperlukan upaya-upaya untuk membantu meringankan beban yang dirasakan orang tua dalam merawat anak berkebutuhan khusus Kata Kunci: Beban, Orang Tua, Anak Berkebutuhan Khusus
Self Care Agency Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Luar Biasa Ni Kadek Sriasih; Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D; Ni Made Sri Rahyanti; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i2.524

Abstract

Latar Belakang: Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya secara signifikan mengalami kelainan fisik, mental-intelektual, sosial dan emosional dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya Masalah ketergantungan melakukan perawatan diri sering terjadi pada kelompok anak (orang yang sangat muda), orang yang sakit atau orang yang cacat. Hal ini menjadi salah satu perhatian khusus perawat tentang kemampuan perawatan diri pada anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self care agency) pada anak pada anak berkebutuhan khusus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode descriptive cross sectional. Penelitian dilakukan pada Juli - September 2022 di 2 SLB Negeri di Bali. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah orang tua pada anak berkebutuhan khusus yang tercatat aktif sebagai siswa di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar. Menggunakan metode purposive sampling, sampel yang digunakan berjumlah 111 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self care agency. Data kemudian dianalisis dengan uji analisis deskriptif. Hasil: dari 111 responden sebanyak 86 orang (77,5%) kemampuan melakukan perawatan diri (self care agency) dalam  kategori baik, kategori cukup sebanyak 17 orang (15,3%) dan kategori kurang sebanyak 8 orang (7,2%). .  Kesimpulan: Kemampuan perawatan diri (self care agency) pada anak berkebutuhan khusus dalam pemenuhan kebutuhan dasar mayoritas kategori kemampuan yang baik, namun masih ada anak dengan kemampuan cukup dan kurang. Oleh karena itu dibutuhkan upaya dalam peningkatan kemandirian anak berkebutuhan khusus.  Kata Kunci: Anak berkebutuhan khusus, kemandirian, Perawatan diri
Perceived benefit is the strongest determinant factor of medication adherence in the elderly with hypertension I Gede Putu Darma Suyasa; Ni Made Ari Widayani; Ni Putu Kamaryati; Ni Made Sri Rahyanti
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v12i2.2384

Abstract

Background: The level of medication adherence among the elderly with hypertension is decreasing globally, including in Indonesia. Medication adherence is a major factor in treatment effectiveness for hypertensive patients. The Health Belief Model is one of the theories illustrating factors influencing patients’ medication adherence. Purpose: This study aimed to analyze determinant factors of medication adherence among the elderly with hypertension based on the application of the health belief model. Methods: This is a descriptive-analytic study with a cross-sectional approach. Sampling used a proportional stratified random sampling technique involving 193 patients with hypertension recruited from one of the Regional General Hospitals in Denpasar City Center. Data were obtained using three questionnaires, namely demographic characteristics, the health belief model (HBM), and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data were analyzed using binary logistic regression. Results: The research results showed the majority of respondents (62.7%) were compliant in taking medication. Multivariate test results showed that perceived susceptibility (p <0.001; AOR: 5.163), perceived benefits (p <0.001; AOR: 12.061), self-efficacy (p <0.001; AOR: 3.213), perceived barriers (p <0.001; AOR: 0.133) and cues to action (p <0.001; AOR: 3.480) is related to medication adherence in the elderly with hypertension. Conclusions: Perceived benefit is the strongest determining factor of medication adherence among the elderly with hypertension. Respondents with high belief in perceived benefits tend to adhere to medication 12.061 times compared to respondents with low belief in perceived benefits. Health workers are advised to increase the elderly's belief in the perceived benefits and perceived susceptibility to increase their medication adherence.