Ikan patin yang dibudidayakan di Indonesia terus meningkat mulai tahun 2008. Adanya peningkatan pada produksi ikan patin diikuti dengan peningkatan limbah ikan patin. Pada pengolahan ikan patin, sebesar 49% daging yang dapat dimanfaatkan sedangkan 51% merupakan limbah yang tidak termanfaatkan meliputi kepala, kulit, jeroan, dan tulang. Limbah ikan patin khususnya jeroan dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan biodiesel karena jeroan memiliki kandungan lemak sebesar 93,92%. Metode penelitian menggunakan proses transesterifikasi menggunakan katalis 2% KOH. Hasil yang didapatkan berdasarkan uji GC-MS, kadar terbanyak yaitu 9-Octadecenoic Acid (Z), methylester
Copyrights © 2022