Kemampuan fisik dalam bulutangkis didominasi oleh otot kaki yang dapat dilatih kekuatannya, khususnya power tungkai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan power tungkai. Penelitian ini merupakan quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian ini melibatkan atlet bulutangkis PB Baleraya Kabupaten Wonosobo sejumlah 6 pemain dengan usia maksimal 15 tahun yang diambil dengan teknik total sampling. Penelitian dilakukan selama 16 kali pertemuan dari tanggal 13 Juli 2022 sampai dengan 31 Juli 2022. Metode Plyometric yang digunakan adalah tumpuan satu kaki. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t test untuk mengetahui perbedaan tinggi lompatan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pelatihan plyometric terhadap power tungkai, yang dilihat pada nilai signifikansi uji paired sampel t tes sebesar 0,021 0,05. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan pada rata – rata tinggi lompatan, yaitu 46,17 cm dan 52,83 cm. Selain itu diperoleh nilai korelasi 88,1%, yang menunjukkan hubungan kuat dan positif . Penelitian ini menjadi bukti bahwa plyometric dapat menjadi alternatif latihan untuk meningkatkan performa atlet bulutangkis.
Copyrights © 2022