Proyek pembangunan Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Tenggarong merupakan proyek konstruksi yang memiliki potensi keterlambatan akibat berbagai kendala teknis dan manajerial. Keterlambatan proyek dapat berdampak pada pembengkakan biaya serta menurunkan kinerja pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan waktu dan pengaruhnya terhadap biaya pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode fast track dan crashing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pada proyek Gedung DMI di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Project 2021 sebagai alat analisis penjadwalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fast track mampu mempercepat durasi proyek dari 180 hari menjadi 172 hari (pengurangan 8 hari) dengan total biaya sebesar Rp7.515.228.305,93 atau mengalami penghematan sebesar Rp33.550.126,37 (0,44%) dibandingkan biaya normal. Sementara itu, metode crashing mempercepat durasi proyek menjadi 173 hari (pengurangan 7 hari), namun meningkatkan total biaya menjadi Rp7.571.605.400,81 atau bertambah sebesar Rp22.826.968,51 (0,30%) dari biaya normal. Berdasarkan hasil analisis waktu dan biaya, metode fast track dinilai lebih efektif dan efisien karena mampu mempercepat penyelesaian proyek tanpa penambahan sumber daya yang signifikan serta memberikan penghematan biaya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan strategi percepatan pada proyek konstruksi sejenis
Copyrights © 2025