Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Campuran Beton Dengan Menggunakan Agregat Halus Ex. Tenggarong Ex. Palu Dan Agregat Kasar Ex. Palu Dengan Cara Perendaman Dan Tidak Di Rendam Rizkina, Haidir; Habir, Habir; Tohir, Musrifah
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v11i3.8383

Abstract

Penelitian tentang perbandingan campuran beton dengan cara perendaman dan tidak di rendam, dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium teknik sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Metode ini menggabungkan bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu untuk pembuatan sampel beton pada umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari melalui cara perhitungan mix design dan perhitungan faktor koreksi. Kuat tekan beton rencana f’c = 20.75 Mpa pada bahan material agregat halus ex. Tenggarong, ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu dengan perawatan direndam didapat hasil kuat tekan pada umur 3 hari f’c 28.82 Mpa, 7 hari f’c 26.11 Mpa, 14 hari f’c 23.91 Mpa, 21 hari f’c 23.58 Mpa dan 28 hari f’c 24.43 Mpa. Untuk yang tidak direndam didapat hasil kuat tekan pada umur 3 hari f’c 25.41 Mpa, 7 hari f’c 21.93 Mpa, 14 hari f’c 19.29 Mpa, 21 hari f’c 16.44 Mpa dan 28 hari f’c 16.97 Mpa. Dari hasil analisa tersebut dapat diketahui bahwa beton yang dirawat dengan perendaman dapat mencapai kuat tekan rencana sedangkan yang tidak direndam tidak dapat mencapai kuat tekan rencana.
ANALISA KEANDALAN PROTEKSI KEBAKARAN DAN LEDAKAN ANJUNGAN LEPAS PANTAI MAHAKAM YANG TERINTEGRASI DENGAN EMERGENCY SHUTDOWN SYSTEM Ervandi Ary Rahmadhani; Habir, Habir; Benny Mochtar
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 11: Juni 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of tourist attractions, facilities, and promotions on the number of tourists visiting Celosia Flower Park. The selection of this topic is based on the importance of the role of the destination as one of the main attractions in its area, but faces challenges in maintaining the consistency of the number of tourist visits. The method used is quantitative with a survey approach, using a questionnaire as an instrument for data collection. The sample consisted of visitors to Celosia Flower Park, and the data was analyzed using multiple linear regression techniques using SPSS software. The results showed that the three independent variables of tourist attractions, facilities, and promotions had a significant effect both simultaneously and partially on the number of tourist visits. Promotion proved to be the most dominant factor, followed by attractions and facilities. The R Square value of 0.653 indicates that the model can explain 65.3% of the variation in the number of tourists. These results emphasize the importance of an effective promotion strategy, supported by the development of attractions and improvement of facilities, in order to increase the competitiveness of tourist destinations. This study provides an empirical contribution for tourism managers in designing data-based policies to increase visits sustainably.
Kajian Potensi Wilayah Sungai Limboto-Bolango-Bone Terhadap Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (JPSDA) Pada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo Habir, Habir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jpml.v2i1.6667

Abstract

Kajian Potensi Wilayah Sungai Limboto-Bolango-Bone Terhadap Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air (JPSDA) Pada Balai Wilayah Sungai  (BWS) Sulawesi II Gorontalo Habir1 1Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 SamarindEmail: habirhabir1@gmail.com ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar, dan memiliki potensi air yang sangat besar dibandingkan dengan negara lain. Secara total potensi sumber daya air di indonesi sebesar 3906.5 Triliun m3 pertahun dengan perkapita sebesar 16600 m3/tahun. Air yang ada ini tersebar di enam pulau besar yang ada Indonesia. Provinsi Gorontalo dengan luas 11.257,07 km2  dan jumlah penduduk mencapai 1.137.385 jiwa mempunyai wilayah administrasi sebanyak 77 (tujuh puluh tujuh) Kecamatan, 72 (tujuh puluh dua) kelurahan dan 657 (enam ratus lima puluh tujuh) Desa yang tersebar pada 5 (lima) Kabupaten dan 1 (satu) Kota (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017). Berdasarkan batas wilayah hidrologis provinsi Gorontalo mempunyai 3 (tiga) wilayah sungai yaitu 2 (dua) wilayah sungai  lintas provinsi meliputi Wilayah Sungai Limboto Bolango Bone selanjutnya disebut WS LBB dan wilayah sungai Randangan serta 1 (satu) wilayah sungai strategis yaitu wilayah sungai Paguyaman, tahun 2016 Balai Wilayah Sungai Sulawesi II telah melakukan kegiatan Review Pola Pengelolaan sumber daya air WS LBB, dan sesuai dengan Peraturan   Menteri   Pekerjaan   Umum   dan   Perumahan   Rakyat   No. 10/PRT/M/2015 tentang Rencana dan Rencana Teknis Tata Pengaturan Air dan Tata Pengairan bahwa dokumen Pola Pengelolaan Sumber Daya Air wilayah sungai perlu dilakukan review setiap 5 (lima) tahun sejak ditetapkan dimana Dokumen Pola Pengelolaan Sumber Daya Air WS LBB yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. 591/KPTS/M/2010 telah melampaui kurun waktu 5 (lima) tahun. Dari hasil kajian perhitungan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk biaya jasa pengelolaan sumber daya air (BJPSDA) WS Limboto-Bolango-Bone di Wilayah Sungai SULAWESI II ada beberapa hal yang dapat disimpulkan antara lain : Berdasarkan hasil rekapitulasi dan perhitungan analisis, maka didapatkan Total Biaya Pengelolaan Ideal untuk Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air di WS Limboto-Bolango-Bone adalah Rp. 237,411,871,000. Hasil perhitungan didapatkan bahwa Total Nilai Manfaat Ekonomi (NME) dari Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air pada setiap usaha yang ada di WS Limboto-Bolango-Bone adalah Rp. 2,744,450,014,565,370,- sedangkan hasil perhitungan dan analisis maka didapatkan perkiraan tarif Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air di WS Limboto-Bolango-Bone oleh BWS Sulawesi II adalah air minum Rp. 0,818/M3, Industri Rp. 138,57/M3, Listrik/PLTA Rp. 0/M3, Usaha Pertanian Rp. 147.578,62/Ha dan Pertanian rakyat Rp. 10,44/Ha Kata Kunci: Gorontalo, Wilayah hidrologis, dan PNBP BJPSDA.