Penelitian ini dilatar belakangi pertama siswa kesulitan menuangkan ide, pikiran, dan gagasan ke dalam tulisan khususnya pantun, Kedua, kurangnya pemahaman siswa terhadap karya sastra seperti pantun. Ketiga, kurangnya fasilitas sekolah dalam menyediakan bacaan yang bernilai sastra seperti pantun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan kemampuan memahami pantun dengan kemampuan menulis pantun siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siberut Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siberut Selatan jumlah siswa dikurangi 30 orang untuk diberikan tes uji coba. Teknik pengambilan sampel yang digunakan sample random sampling atau secara acak. Sampel penelitian berjumlah 30 orang (15% dari populasi perkelas). Dari hasil penelitian diketahui kemampuan memahami pantun siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siberut Selatan berada pada kualifikasi cukup 59,3 pada rentangan 56-65%. Kemampuan menulis pantun siswa kelas VII SMP Negeri 1 Siberut Selatan berada pada kualifikasi lebih dari cukup berada pada rentangan 66-75%. Jadi dapat disimpulkan hasil uji hipotesis membuktikan tidak adanya hubungan antara memahami pantun dengan menulis pantun, karena nilat t hitung sebesar 0,459 lebih kecil dibandingkan r tabel pada (0,459<2,04).
Copyrights © 2014