Jurnal Filsafat
Vol 32, No 2 (2022)

Teologi Proses ala Barbour vs Kepercayaan Timur

Justiani Liem (Institut Agama Kristen Negeri Kupang)



Article Info

Publish Date
21 Nov 2022

Abstract

Dalam dunia pemikiran modern, disintegrasi antara filsafat, sains-teknologi, dan teologi dianggap perlu untuk diintegrasikan kembali sehingga koheren setelah sekian abad berjalan sendiri-sendiri dan tidak jarang saling bertabrakan satu sama lain. Apalagi dengan perkembangan pesat teknologi yang telah menciptakan ketergantungan bagi manusia bahkan memunculkan berhala-berhala baru, ilah-ilah baru, tuhan-tuhan baru yang mengontrol hidup manusia, sadar atau tidak sadar.  Sampai pada perkawinan neurosains dengan intelegensia buatan yang bisa menjelaskan banyak fenomena yang sebelumnya dianggap “magic” atau menurut agama adalah “mukjizat”,  ternyata ilmiah, bukan mukjizat lagi.  Barbour melanjutkan teologi proses Whitehead, mencoba meredefinisi pemahaman teologi tentang Kedirian Manusia (istilah ketimbang Kodrat Manusia) dari “The Selfness of Being” menjadi “The Selfness of Becoming”. Teologi Proses menawarkan sebuah jalan tengah antara kemahakuasaan (omnipotence) Allah dan ketidakberdayaan (impotence) Allah lalu merumuskan kembali kekuatan Ilahi lebih sebagai pemberdayaan daripada sebagai penguasaan yang menaklukkan. Dalam rangka melanjutkan upaya Barbour untuk mencari koherensi antara filsafat, sains-teknologi, dan teologi, maka tulisan ini memberi masukan dan koreksi atas pemikiran Barbour dan menyarankan agar menengok agama-agama Kuno yang masih bertahan dan termasuk salah satu yang penganutnya besar di belahan bumi Timur dan beberapa dekade belakangan eksistensinya merambah ke Barat, yang bisa menjelaskan secara koheren temuan-temuan teknologi terkini, dari sudut pandang lain tentunya, yakni pertemuan Barat dan Timur di sini.  

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

wisdom

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Filsafat is a scientific journal that first published in 1990, as a forum for scientific communication, development of thinking and research in philosophy. Jurnal Filsafat is published twice a year, in February and August with p-ISSN: 0853-1870, and e-ISSN: 2528-6811 The Editorial Team of ...