Materi yang diajarkan di Pasraman Kesuma Wijaya seperti materi yang diajarkan di sekolahan formal seperti halnya Purana, Ramayana, Mahabrata dan lain-lain.Namun siswa tidak dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang berkaitan langsungdengan persiapan-persiapan upacara keagamaan. Misalnya keterampilan membuat canangsari, ngulat tipat dan klakat (sarana upacara) serta kelengkapan upacara sederhana lainnya.Di bidang seni, seperti masanti, makidung, magambel dan menari serta diajari membuatperlengkapan upacara yang lebih kompleks seperti membuat aneka macam caru sertabebantenan. Penelitian ini Memiliki 3 tujuan yaitu : 1). Untuk mengetahui peran ketuapasraman dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan agama Hindu di PasramanWijaya Kesuma. 2). Untuk mengetahui efektifvitas kegiatan belajar mengajar di PasramanWijaya Kesuma. 3). Untuk mengetahui Faktor-faktor kendala yang dihadapi dalammeningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan agama Hindu di Pasraman WijayaKesuma. Penelitian yang penulis lakukan ini adalah deskriptif kualitatif, tehnikpengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.Sedangkan untuk menganalisisnya penulis menggunakan analisis data dengan menguraikanproses pelaksanaan dan penyatuan secara sistematis berupa wawancara, catatan lapangandan bahan lainnya yang mendukung skripsi ini. Hasil dari penelitian ini bahwa ketuapasraman hanya berperan sebagai pemantau serta mendorong guru dan murid menjalinhubungan yang harmonis agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dan sebagai fasilitatorbagi guru pasraman. Ketua pasraman belum sepenuhnya menjalankan fungsi-fungsimanajemen pasraman seperti membuat perencanaan terlebih sebelum dilaksanakan,melakukan pengorganisasian pasraman, dalam pelaksanaan di sesuaikan dengan kalenderpendidikan, melakukan pengendalian pasraman, dan melakukan evaluasi di dalam kegiatanpasraman.
Copyrights © 2024