Batik diakui sebagai intangible cultural heritage of humanity, maka perlu diangkat sebagai materi pembelajaran dalam proses pendidikan. Ciletuh Palabuhanratu UGGp merupakan salah satu daerah yang unik memiliki tiga potensi keunggulan yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Hasil survey dan wawancara guru di kawasan Geopark belum pernah diangkat potensi tersebut untuk dikembangkan menjadi materi pembelajaran di sekolah. Amanat Kurikulum Merdeka tentang proyek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi peluang mengangkat batik sebagai materi proyek untuk mengembangkan tema kearifan lokal. Berdasarkan masalah tersebut, maka dilaksanakan bimbingan teknis kepada pengawas, kepala SD, dan guru-guru SD untuk dibekali pengembangan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan membuat batik cap sederhana berbasis pewarna alami. Ketercapaian tujuan terlihat dari peningkatan rata-rata skor postes (72,00) dari rata-rata nilai pretes (46,00). Menurut refleksi peserta, mereka mendapat ilmu baru dan memahami penerapan proyek penguatan profil pelajar Pancasila bertema kearifan lokal. Ilmu dan pemahaman peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.
Copyrights © 2022