Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu serangan asma eksaserbasi pada anak. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kohort dan dilakukan analisis survival pada pasien asma anak berusia 12-18 tahun, di wilayah Surakarta dan sekitarnya berdasarkan rekam medis rumah sakit. Untuk mengetahui event menggunakan kuesioner ACT tidak terkontrol (ACT 20) dan terkontrol (ACT 20). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mengalami serangan 65 anak (57%), tidak mengalami serangan 49 anak (43%) dan waktu serangan terjadi pada minggu ke-10. Oleh karena itu perlu mengontrol faktor pencetus asma khususnya alergi dan pencemaran udara.
Copyrights © 2020