Salah satu faktor risiko perundungan siber yang paling banyak diteliti adalah pengalaman menjadi korban. Sayangnya, penelitian terdahulu mendefinisikan perundungan siber secara umum sehingga instrumen yang digunakan tidak merepresentasikan kompleksitas fenomena perundungan siber. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengalaman menjadi korban dan pelaku perundungan siber dalam bentuk eksklusi. Desain yang digunakan adalah penelitian korelasi. Data dikumpulkan menggunakan dua skala, yakni: pengalaman menjadi korban dan pengalaman menjadi pelaku perundungan siber dalam bentuk eksklusi. Total 122 mahasiswa (92 perempuan dan 30 laki-laki) berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengalaman menjadi korban dan pelaku perundungan siber dalam bentuk eksklusi di kalangan mahasiswa (r = 0.34; p < .001). Pengalaman menjadi korban memunculkan emosi negatif yang mendorong aksi korektif sehingga meningkatkan kemungkinan menjadi pelaku perundungan siber.
Copyrights © 2022