Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pelayanan keprotokolan pada masa adaptasi kebiasan baru, yang selanjutnya merancang model pelayanan keprotokolan berbasis teknologi informasi di pemerintah daerah provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan untuk mendapatkan data primer dan data sekunder yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan system dengan soft system methodology (SSM), dengan analisis CATWOE dan peran. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan konsep/teori kualitas pelayanan dengan 5 aspeknya, aspek yang telah dilaksanakan dengan baik adalah aspek Keandalan, Empati dan Jaminan dan yang perlu dilakukan penguatan pada aspek Ketanggapan, Berwujud. Terdapat kendala-kendala dalam pelayanan keprotokolan pada masa adaptasi kebiasaan baru di Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, yaitu belum maksimalnya pelayanan pada respon atau sikap aparatur, keterbatasan SDM, penggunaan data fasilitasi ruangan yang masih manual. Pengembangan model pelayanan keprotokolan pada masa adaptasi kebiasaan baru sebagai solusi dan inovasi bagi Pemerintah Daerah dalam rangka peningkatan pelayanan di Bagian Protokol di Provinsi Jawa Barat. Adapun rekomendasi dalam rangka peningkatan pelayanan keprotokolan diantaranya: meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses pelayanan keprotokolan, penguatan SDM melalui pelatihan keprotokolan secara terjadwal, dukungan fasilitasi sarana dan prasarana mengingat pelayanan keprotokolan.
Copyrights © 2022