Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Vol 15, No 3: Desember (2022)

Monitoring Hiu Paus (Rhyncodon typus) di Perairan Pantai Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

Katarina Hesty Rombe (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone)
Muchtar Amiluddin (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone)
Agus Surachmat (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone)
Aswandy Noer (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone)
Abdul Rahman (Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang Lingkar Tanjungpura)
Dwi Rosalina (Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone, Jl. Sungai Musi, Pallette Sulawesi Selatan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2022

Abstract

ABSTRACTWhale sharks are often found in locations near the coast or river mouths. The whale shark (Rhincodon typus) is one of three species of whales whose feeding habits are carried out by sucking and filtering (filter feeders). The purpose of this study was to calculate the population and size, determine the presence of wounds and measure some water quality (temperature, pH and salinity). The method used is to use the photo ID method which aims to distinguish between individuals from one another and direct or visual monitoring methods to record the presence of injuries, gender and behavior of whale sharks. A total of 20 individuals have been identified at the time of carrying out the research, 2 of which are new individuals or have never been identified before with an average length of 4 – 6.8 meters (juvenile category). The smallest size is 4 meters while the longest reaches 6.8 meters. All identified individuals were male and had wounds on the fins and tail. The water quality measured was still optimal for the presence of whale sharks (temperature ranged from 28-30 oC; pH 7 and salinity ranged from 28-30 0/00).Keywords: Botubarani Waters, monitoring, population, whale sharksABSTRAKHiu paus sering dijumpai di lokasi dekat pantai atau muara-muara sungai. Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan salah satu dari tiga spesies paus yang kebiasaan makannya dilakukan dengan cara menghisap dan menyaring (filter feeder). Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung jumlah populasi dan ukuran, mengetahui keberadaan luka-luka dan mengukur beberapa kualitas air (suhu, pH dan salinitas). Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode photo ID yang bertujuan untuk membedakan antar individu satu dengan yang lainnya dan metode pemantauan secara langsung atau visual untuk mencatat keberadaan luka-luka, jenis kelamin dan perilaku hiu paus. Sebanyak 20 individu yang telah teridentifikasi pada saat melaksanakan penelitian, 2 diantaranya adalah individu baru atau belum pernah teridentifikasi sebelumnya dengan panjang rata-rata yaitu 4 – 6,8 meter (kategori juvenile). Ukuran paling kecil adalah 4 meter sedangkan yang paling panjang mencapai 6,8 meter. Keseluruhan individu yang teridentifikasi berjenis kelamin jantan dan memiliki luka pada bagian sirip dan ekor. Kualitas air yang diukur menunjukkan masih optimal untuk keberadaan hiu paus (suhu berkisar 28-30 oC; pH 7 dan salinitas berkisar 28-30 0/00).Kata kunci: Hiu paus, monitoring, perairan Botubarani, populasi,

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JK

Publisher

Subject

Description

This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and ...