Learning Management System (LMS) telah banyak dijumpai di segala sektor pendidikan, namun konsep LMS pada pendidikan anak usia dini masih jarang ditemukan. Pendidikan anak usia dini merupakan ruang ekspresi yang dapat membantu proses perkembangan anak lebih optimal dengan tujuan membentuk anak yang berkualitas sebelum memasuki pendidikan formal. Pinggu adalah salah satu LMS yang berfokus pada pendidikan anak usia dini melalui berbagai macam assesment untuk menentukan minat dan bakat anak. Dengan melihat LMS untuk anak usia dini yang jarang ditemukan, maka sebelum LMS Pinggu dikembangkan untuk target pasar yang lebih luas perlu dilakukan suatu analisa untuk mengukur sejauh mana kesiapan pengguna dalam hal ini orang tua dan pendidik anak usia dini menggunakan LMS. TR (Technology Readiness) adalah Salah satu metode pengukuran tingkat kesiapan pengguna dengan empat variabel yaitu Optimism (Kepercayaan Umum), Innovativeness (Kecendrungan bereksperimen), Discomfokart (Kurangnya kontrol terhadap teknologi) dan Insecutity (Keyakinan). Hasil pengolahan data dengan menggunakan metode TR dan diolah menggunakan SmartPLS menunjukkan bahwa Optimism (Kepercayaan Umum), Innovativeness (Kecendrungan bereksperimen), Discomfokart (Kurangnya kontrol terhadap teknologi) dan Insecutity (Keyakinan) berpengaruh secara positif terhadap kesiapan pengguna. Hasil menunjukkan bahwa Discomfokart dan Insecutity tidak mempengeruhi niat pengguna secara negatif dalam menggunakan teknologi. Kata kunci: Learning Management System, pendidikan, anak usia dini, Technology Readiness
Copyrights © 2022