Diupayakan sedemikian rupa untuk memberikan deskripsi nyata dari fakta lapangan tentang subjek yang diteliti. Penilitian kualitatif deskirptif ini dilakukan di SD Negeri 48 Pare-Pare sebagai lokus penelitian pada semester satu, tahun ajaran 2022/2023. Dengan teknik penentuan purposive sampling, masing-masing 2 orang guru dan 2 siswa kelas IV berdasarkan data hasil belajar yang menunjukkan ketidak tuntasan atau tidak memenuhi KKM dari total keseluruhan 26 orang populasi, serta 2 orang wali murid dilibatkan dalam penelitian sebagai responden atau sampel penelitian ini. Data-data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara dan dokumentasi, kemudian divalidasi berdasarkan prosedur triangulasi waktu. Data dianalisis secara berulang dengan beberapa tahapan yang telah ditentukan. Hasil menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa sebelum Pandemi: 1) Kurang mampu mencerna dan memahami materi-materi Ilmu Pengetahuan Sosial; 2) Sebagian siswa memiliki respon kognitif yang lemah; dan, 3) Masih terdapat anak yang mengalami delayed alfhabet. Sementara kesulitan yang dialami siswa setelah Pandemi: 1) Sistem pembelajaran yang berubah secara drastis; 2) Guru dan siswa belum siap untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola pembelajaran, serta; 3) metode dan media pembelajaran yang kurang efektif.
Copyrights © 2022