Pandemi yang terjadi di era digital mendorong percepatan implementasi budaya digital. Ruang digital juga menjadi tempat menyampaikan pendapat secara bebas. Namun, kebebasan berpendapat juga memiliki batasan. Pada praktiknya masih banyak pengguna teknologi yang tidak memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital dengan baik. Tidak ada pemahaman dalam pemanfaatannya. Pemerintah Indonesia telah berusaha menyusun program yang dapat diikuti semua lapisan masyarakat dari atas ke bawah, muda hingga dewasa, agar masyarakat melek digital. Memang telah ada upaya untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat, tetapi upaya tersebut cenderung bersifat sukarela, insidental, dan sporadis. Padahal, ada satu hal yang bisa dimaksimalkan, yaitu pendidikan digital oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah. Dua hal yang belum sepenuhnya dipertimbangkan secara matang dalam berbagai gerakan yang digagas pemerintah saat ini. Tulisan ini akan membahas peluang melibatkan peran keluarga untuk mengajarkan anak sejak dini dalam berinteraksi dan bersosialisasi di era digital. Dokumen serta laporan pemerintah dan masyarakat dari dalam dan luar negeri digunakan untuk memperkuat bahasan. Analisis dilakukan berdasarkan data sekunder yang didapat dari dokumen dan laporan tersebut dan disusun berdasarkan alur pentingnya pengenalan literasi digital. Pengenalan dari rumah akan lebih mudah karena saat ini sudah ada upaya mengenalkan literasi digital di sekolah. Selain itu, orangtua juga makin melek digital. Untuk rencana jangka panjang, literasi digital perlu mengintegrasikan berbagai program pemerintah yang telah dilakukan lintas kementerian dan telah melibatkan guru, sekolah, dan juga masyarakat.AbstractThe recent pandemic makes the digital era seem to have accelerated the implementation of digital culture. The digital space also gives freedom of expression. However, freedom of expression also has limitations. There are excessive efforts to utilize digital technology without a better understanding of its use. The government of Indonesia has tried to touch all levels of society from top to bottom, young to adult, so they are digitally literate. There are activities to improve digital literacy in communities, but it tends to be voluntary, incidental, and sporadic. There is a points that can be maximized, digital education by teachers at school and parents at home. Two things that are not fully covered by the current movement initiated by the government. This study will discuss opportunities to involve families in teaching their children from an early age to be ready for the digital era. Documents and reports from local and global entities, as well as from the public, are used to support the main idea of the discussion. The analysis was carried out based on secondary data obtained from those documents and reports and presented based on the importance of introducing digital literacy. Introduction from home will be easier because there are efforts to introduce digital literacy in schools. In addition, parents are also more digitally literate. For a long-term plan, digital literacy needs to integrate various government programs carried out across ministries and involve teachers, schools, and the community.
Copyrights © 2022