Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan matematis yang perlu dikembangkan karena dapat menentukan hasil belajar matematika yang diraih oleh siswa. Untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, siswa harus memiliki sikap yakin dan percaya akan kemampuannya sendiri. Dalam hal ini self-confidence dibutuhkan oleh siswa untuk mengaktualisasikan kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada masing-masing kategori self-confidence. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas XI di salah satu SMK di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang sudah mempelajari materi logika matematika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki self-confidence tinggi mampu memenuhi tiga indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan selalu merasa percaya diri dengan kemampuan matematis yang dimiliki. Siswa yang memiliki self-confidence sedang mampu memenuhi dua indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan cenderung ragu serta takut melakukan kesalahan ketika menyelesaikan soal matematika. Siswa yang memiliki self-confidence rendah hanya mampu memenuhi satu indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan cenderung tidak merasa yakin ketika menyelesaikan soal matematika dan tidak memahami materi secara utuh.
Copyrights © 2022