Katarak menjadi salah satu penyebab tingginya angka kebutaan di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI menyebut tingkat prevalensi katarak yakni 0,1% per tahun. Artinya setiaptahun ada satu pasien katarak baru di antara 1.000 orang. Padahal katarak dapat disembuhkan melaluioperasi dengan biaya yang tidak terlalu mahal dan sudah dijamin oleh BPJS. Terpenting yang dilakukansaat ini adalah kesadaran dan kemauan dari masyarakat akan pentingnya kesehatan mata sehingga maumemeriksakan kesehatan matanya ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat. Katarak merupakanproses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, oleh karena itu kasus ini akan terusmeningkat sejalan dengan meningkatnya life expectancy orang Indonesia sehingga jumlah lanjut usiabertambah. Walaupun katarak juga dapat diderita oleh bayi dan anak, yang disebabkan oleh proses dalamkandungan seperti infeksi dan malnutrisi selama usia anak-anak, namun kasus ini sangat jarang dijumpai.Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat menurunkan angka kebutaan karena penyakit katarak,melalui bakti sosial operasi katarak dan membantu upaya pemerintah untuk mencapai visi 2020, yaituhak semua anak bangsa untuk memiliki indera penglihatan yang dapat digunakan secara optimal. BaktiSosial “Operasi Katarak” telah dilaksanakan terhadap 45 orang pasien di rumah sakit Hermina grand wisata dengan rentang usia pasien adalah antara 35 s/d 83 tahun, 3 (tiga) teknik operasi katarak yangdilakukan yaitu teknik ICCE ( Intracapsular Cataract Extractio), SICS (Small Incision CataractSurgery)/ECCE ( ExtraCapsular Cataract Extraction) dan Fakoemulsifikasi.
Copyrights © 2019