Penerapan teknologi 4G (LTE) di Indonesia masih memiliki beberapa permasalahan, di antaranya bad spot area yang sering terjadi di kota-kota kecil sampai menengah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan optimasi jaringan. Pada penelitian kali ini dilakukan optimasi menggunakan metode Automatic Cell Planning (ACP) pada wilayah studi kasus Kubu Gulai Bancah, kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil simulasi eksisting didapatkan hasil berikut; RSRP sebesar -98.17 dBm (buruk), SINR sebesar 7.32 dB (baik), dan Throughput sebesar 18000 kbps (buruk). Maka dari hasil simulasi eksisting dapat disimpulkan bahwa wilayah Kubu Gulai Bancah berada pada titik bad spot area dan perlu dilakukan optimasi jaringan. optimasi menggunakan metode ACP sudah mengalami peningkatan dengan hasil sebagai berikut; Kualitas jaringan pada wiayah Kubu Gulai Bancah RSRP memiliki nilai sebesar -79.17 dBm, SINR memiliki nilai sebesar 14.50 dB, dan Throughput memiliki nilai sebesar 39000 kbps. Dari hasil optimasi dapat disimpulkan, kondisi jaringan wiayah Kubu Gulai Bancah sudah berada pada kategori good (baik) dan penggunaan metode Automatic Cell Planning (ACP) dapat meningkatkan coverage area dari setiap eNodeB. Kata Kunci: LTE, Optimasi Jaringan, Automatic Cell Planning, Bad Spot, Atoll
Copyrights © 2023