Jurnal Sain Veteriner
Vol 40, No 3 (2022): Desember

POTENSI ANESTETIKA KET-A-XYL® PADA KUCING JANTAN DOMESTIK DI YOGYAKARTA INDONESIA

Maria Angelica Maryatmo (Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada)
Antasiswa Windraningtyas Rosetyadewi (Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada)
Aria Ika Septana (Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada)
Agustina Dwi Wijayanti (Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2022

Abstract

Ket-A-Xyl® (Ket-A-Xyl® 20 ml, AgroVet, Peru) merupakan sediaan anastetika jadi yang telah banyak dipasarkan di Indonesia untuk induksi anastesi pada anjing. Studi ini menguji penggunaan obat Ket-A-Xyl® untuk kastrasi pada kucing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Ket-A-Xyl® terhadap parameter fisiologis kucing jantan domestik. Sebanyak 53 ekor kucing jantan domestik dengan berat badan berkisar 1,5 – 5,68 kg dipuasakan selama 8 jam kemudian ditimbang untuk menentukan dosis anestesi. Kucing diinjeksikan sediaan Ket-A-Xyl® secara intramuskular, kemudian diamati dan dicatat perubahan fisiologisnya. Demikian juga untuk onset dan durasi obat dicatat saat kucing memasuki stadium anestesi I hingga tahap recovery. Analisis data parameter fisiologis dilakukan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji paired sample t-test. Kelompok yang dibandingkan dalam uji paired sample t-test tersebut adalah kelompok data fisiologis kucing pada tahap stadium III dengan tahap recovery. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sediaan Ket-A-Xyl® menimbulkan efek yang signifikan terhadap frekuensi napas (p<0,05), tetapi tidak pada suhu dan frekuensi pulsus. Rata-rata onset dan durasi obat Ket-A-Xyl® menunjukkan waktu yang lebih singkat dibanding studi sebelumnya yang menggunakan obat atropin-ketamin-xylazin. Sediaan anastesi Ket-A-Xyl®  berpotensi  sebagai  obat anestetika yang baik  pada  kucing  domestik  karena  lebih  efisien,  onset dan durasi singkat, serta tidak menimbulkan respon fisiologis yang fatal selama penggunaannya.

Copyrights © 2022