Peningkatan konsumsi antibiotik di Indonesia selama 10 tahun terakhir ini menjadi salah satu latar belakang meningkatnya kasus resistensi antibiotik. Masyarakat menyebutkan bahwa akses pembelian antibiotik lebih mudah di lakukan apotek dibandingkan pergi ke dokter padahal resep diperlukan untuk membeli obat tersebut. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, perlu adanya pemahaman dan edukasi terkait penatalayanan antibiotik kepada apoteker yang berpraktik di apotek dalam upaya meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional di masyarakat. Kuesioner terkait survei dan implementasi penatalayanan antibiotik di apotek dan pembelajaran online berkelanjutan telah dilakukan dengan populasi apoteker di seluruh Indonesia. Lima parameter dianalisis dalam survey ini yaitu definisi penatalayanan antibiotik, praktik penatalayanan antibiotik di apotek, persepsi pentingnya penatalayanan antibiotik di apotek, hambatan implementasi penatalayanan antibiotik di apotek, dan fasilitator penatalayanan antibiotik di apotek. Selain itu, Lima topik materi yang dibuat berdasarkan hasil survei telah di implementasikan dalam pembelajaran online via zoom yang dilakukan selama 2 hari.
Copyrights © 2022