Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan wujud kesantunan tuturan imperatif yang digunakan dalam komunikasi antara penjual dan pembeli di pertokoan Bin-Hasy Blokagung Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik simak catat, yang dilanjutkan dengan analisis data menurut Milles dan Huberman melalui analisis kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan bersifat terus menerus yakni dengan reduksi, penyajian data dan terakhir adalah penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, teknik triangulasi digunakan dalam penelitian ini untuk pengujian kridibilitas data dari pelbagai sumber dengan pelbagai cara. Hasil dari penelitian ini menjabarkan jenis dan wujud kesantunan tuturan imperatif pada komunikasi antara penjual dan pembeli di Pertokoan Bin-Hasy Blokagung. Jenis-jenis tuturan imperatif dari 44 tuturan yang telah ditemukan dapat dikelompokkan menjadi 11 jenis tuturan imperatif yang mengandung makna pragmatik. Sebelas jenis tuturan tersebut antara lain : 6 imperatif perintah, 4 imperatif suruhan, 5 imperatif permintaan, 4 imperatif desakan, 4 imperatif bujukan, 3 imperatif persilaan, 4 imperatif permintaan izin, 1 imperatif mengizinkan, 7 imperatif larangan, 3 imperatif harapan, 3 imperatif anjuran. Kesantunan tuturan imperatif dapat diklasifikasikan menjadi 5 (lima) peringkat dari 44 tuturan imperatif yang dilakukan oleh penjual dan pembeli. Lima peringkat tersebut secara berurutan dimulai dari yang paling sopan antara lain : 4 tuturan imperatif rumusan saran, 5 tuturan imperatif rumusan pertanyaan, 20 tuturan imperatif rumusan pernyataan permintaan, 8 tuturan imperatif rumusan pernyataan keharusan, 7 tuturan imperatif rumusan imperatif.
Copyrights © 2022