Penelitian bertujuan untuk menggambarkan potret moderasi beragama di madrasah-madrasah yang memiliki guru non-muslim. Metode penelitian yaitu kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian mencakup seluruh warga madrasah negeri di Jembrana yang memiliki guru non-Muslim serta pihak lain yang memahami tentang permasalahan penelitian. Penentuan informan dengan purposive dan snowball sampling sebanyak 17 orang, yaitu: (1) 5 kepala madrasah, (2) 5 guru/staff Muslim, (3) 5 guru non-Muslim, (4) 1 siswi, serta (5) 1 akademisi sekaligus pengasuh pondok pesantren. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data melalui triangulasi data dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga madrasah: (1) menerima kehadiran guru non-Muslim dengan baik, dan (2) memahami moderasi beragama tidak hanya sebatas definisi saja, tapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial di madrasah. Hal ini terlihat dari interaksi seluruh warga madrasah yang: (1) senantiasa bersikap santun, tidak arogan, saling menyapa, mau membantu, dan melebur dengan sesama, (2) memegang teguh nilai-nilai yang dipercayai namun tidak bersikap ekstrem, (3) menghargai hak minoritas dalam beribadah, (4) memberikan kebebasan untuk berpendapat, (5) saling menghargai dan mampu bekerja sama di tengah keberagaman, serta (6) tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada. Kata kunci: Guru non-Muslim; Madrasah; Moderasi beragama
Copyrights © 2022