Pada pekerjaan Bendungan Meninting ini terdapat pertemuan antara bangunan pengelak dan bangunan pelimpah, dimana pekerjaan penggaliannya dilakukan dengan cara peledakan (blasting). Pertemuan bangunan ini membutuhkan perhatian khusus mengingat tingkat kesulitannya cukup tinggi, yaitu pada pekerjaan hauling (pengangkutan) material blasting, dimana pada pelaksanaannya kendaraan angkut dan excavator memiliki ruang gerak yang sempit di dalam terowongan. Alternatif untuk percepatan pekerjaan dilakukan dengan menentukan arah mulainya pekerjaan, yaitu dari arah atas (pelimpah), arah hulu (pengelak), atau dari arah hilir.Penentuan arah ini dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process), dimana AHP adalah sistem atau model yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan tepat sasaran.Dari hasil Analisa menggunakan metode AHP didapat skala prioritas dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan pelimpah dan pengelak ini yaitu, dari arah hilir, kemudian dari atas (pelimpah), dan terakhir dari arah hulu (pengelak). Dengan demikian hasil Analisa ini diharapkan dapat membantu dalam penentuan skala prioritas dalam pelaksanaan pekerjaan terowongan pelimpah dan pengelak yang ada pada proyek Bendungan Meninting
Copyrights © 2023