Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Model Runtut waktu untuk Peramalan Indeks Kekeringan Daerah Lombok Utara Humairo Saidah; I Wayan Yasa; Muh. Bagus Budianto; Syamsul Hidayat; I.D.G Jayanegara
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.918 KB) | DOI: 10.29303/jstl.v5i2.130

Abstract

PDSI is the drought index method which has good accuracy to be applied in Lombok Island. However, this method is only able to hindcast the drought without any procedure to predict the drought index in the future. So, this model aims to recognize the characteristics of drought in North Lombok for early mitigation and anticipating drought disasters purposes in this region. The results obtained from this study are that the drought pattern in North Lombok has the SARIMA model of (0,1,2) (0,1,1)12. The drought in North Lombok mainly occurs between May-October with an increasing of drought index tends for over last 20 years.
EFEK SUMUR RESAPAN TERHADAP PENGURANGAN VOLUME LIMPASAN PERMUKAAN I WAYAN YASA; SASMITO SOEKARNO; I DEWA GEDE JAYA NEGERA
GANEC SWARA Vol 14, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Mahasaraswati Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.26 KB) | DOI: 10.35327/gara.v14i1.131

Abstract

Changes in land use not only affect the hydrological component, but also have an impact on the environmental sector, which include increasing the frequency of flooding and inundation, decreasing the availability of subsurface water, and drying up community wells. Various attempts have been made in efforts to reduce flooding and maintain sources of subsurface water, for example by applying infiltration well technology in each settlement. Infiltration wells will be able to function to re-enter rainwater falling on the pavement and can reduce flooding and inundation. This research is conducted with an empirical model that is connecting the amount of runoff that occurs after the availability of recharge wells. The purpose of this research is to get the ability of infiltration wells to reduce the occurrence of flooding in an area. The data used in the analysis are rain data and soil texture data. Based on the analysis results obtained dimensions of 0.8 m, 1 m and 1.2 m infiltration wells with a depth of 2 m. The depth of ground water level is 1.94 m, the permeability value (k) of land is 0.24 x 10ˉ⁴ m / sec. From each of the infiltration well diameters, it can reduce the successive runoff namely; infiltration wells are 0.8 m in diameter from runoff of 0.479 m³ / sec and after an infiltration well is reduced to 0.057m³ / sec, infiltration wells diameter 1.2 from runoff is 0.401 m³ / sec and after an infiltration well is reduced to 0.0475 m / second, and in the diater infiltration well 2 m from runoff of 0.377 m³ / sec and after the infiltration well is reduced to 0.0571 m / sec.
ANALISIS KARAKTERISTIK KEDALAMAN HUJAN DAN IKLIM DI PULAU LOMBOK I WAYAN YASA; YUSRON SAADI; HERI SULISTYONO; ERY SETIAWAN; HARTANA HARTANA; I DEWA GEDE JAYA NEGARA
GANEC SWARA Vol 15, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v15i2.219

Abstract

Climate and rain parameters are important factors that affect the availability of water resources on the earth's surface. The phenomenon of climate change that occurs today has an impact on the depth and distribution of rain and climatological parameters. The existence of rain and climate on Lombok Island changes very significantly every year. These changes affect various sectors, especially the irrigation sector. Thus, various adjustments must be made, such as adjusting the time of planting, cropping patterns and the types of plants being cultivated. In this case, knowledge about the characteristics of rain and climate that occurs on the island of Lombok is very important to know the pattern and magnitude of the incident as well as the time of the incident. This study was conducted to determine the condition of each climate variable in the Lombok island region by calculating the monthly average for 25 years. The smoothing uses the Theissen polygon method by utilizing 19 scattered rain station data and 4 climatological stations. Based on the analysis carried out, the results showed that the average monthly temperature ranged from 26.17-27.09°C, humidity 87.70-89.83%, sunlight 39.79-69.44%, and wind speed 53 ,73-110,21knot. The highest rainfall occurred in January of 235.33 mm, while the lowest occurred in August of 18.12 mm.
Variasi Penempatan Bronjong Di Hilir Kolam Olak Terhadap Pola Gerusan Dasar: Variations in the Placement of Gabions in the Downstream of the Pool Against Basic Scouring Pattern I Dewa Gede Jaya Negara; Salehudin Salehudin; Lilik Hanifah; I Wayan Yasa; Ni Putu Ira Sintia Kurnianti
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2022): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v8i1.300

Abstract

The existence of a weir is often disrupted by the occurrence of scouring downstream, which results in an insecure weir position. This study aims to determine the effect of installation of gabion variations downstream of stilling ponds on the depth and length of scour at the bottom of the channel. The test was carried out at the Hydrology and Coastal Laboratory of FT Unram in a straight channel with dimensions of 7.5 m x 0.55 m x 0.5 m, with an Ogee type spillway and a USBR Type III stilling pond. The dimensions of the test gabions are 0.55 m x 0.18 m x 0.09 m with a gravel diameter of 1 (P1 ) 0.035 m, (P2 ) 0.0175 m and (P3 )0.00875 m, and the variation of discharge 1(Q1) 0.0019 m3/s, discharge 2(Q2) 0.0036 m3/s, discharge 3 (Q3) 0.0047 m3/s and discharge 4 (Q4) 0.0065 m3/s. The results showed that in conditions without gabions, scour was prone to occur near the end of the stilling pond to the center of the channel bottom and towards the right side of the channel, with a scour depth of 0.002m – 0.023m and a length of 0.075m – 0.45m. For conditions with gabions, the scour length ranges from 0.15m – 0.275m with a depth of 0.0016m – 0.026 m, the scour occurs more evenly to the left and right of the channel.  
Optimalisasi Lahan Pekarangan Dalam Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Tingkat Keluarga Dengan Sistem Budidaya Tanaman Vertikultur Dan Konvensional I Wayan Yasa; Abdul Muaz Ghazali; Ike Puspasari; Ismayanti Ismayanti; Linda Asnawati; M. Abbil Pratama; Apollonius Monsart; Tia Ardiani; Devi Suryani Putri; Lulu Lutfiati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.405 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.960

Abstract

Permukiman di Kawasan perkotaan pada umumnya memiliki lahan pekarangan yang tidak luas rata-rata 100 m2 – 250 m2 dengan luas bangunan rata-rata 36 m2 – 100 m2. Dengan sisa luas yang masih tersedia sangat memungkinkan dimanfaatkan untuk melakukan budidaya tanaman pangan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-sehari rumah tangga. Pembudidayaan tanaman pangan dapat dilakukan secara vertikal memanfaatkan material lokal dan bahan-bahan limbah yang tersedia. Berbagai jenis tanaman yang dapat dibudidayakan diantaranya tanaman bayam merah, patcoy, selada, kangkung darat, sawi, jahe merah, jahe biasa, temulawak, kunyit, serai, kates jepang dan kencur. Dalam meningkatkan kesuburan pertumbuhan tanaman menggunakan pupuk organik dan untuk mencegah serangan hama menggunakan pestisida nabati yang dibuat langsung menggunakan bahan-bahan alamiah. Metode yang digunakan dalam budidaya tanaman dipekarangan yaitu vertikultur dan konvensional. Metode vertikulturul yaitu dengan membuat rangka-rangka/pagar vertikal dengan penyangga berupa kolom-kolom yang dibuat dari bambu dengan jarak kolom dan tinggi rangka disesuiaikan dengan ruang yang tersedia. Wadah tanaman menggunakan botol-botol plastik air mineral dan kaleng-kaleng bekas dan diikatkan pada rangka/pagar. Sementara untuk metode konvensional dengan melakukan penanaman sistem tumpangsari yang langsung ditanam pada tanah. Pupuk dan insektisida dibuat dengan memanfaatkan bahan alamiah yang mudah diperoleh dapat berupa limbah organik dan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan yaitu masyarakat perkotaan dapat mengenal dan menerapkan system budidaya tanaman secara vertikultur dan konvensional dalam memanfaatkan ruang-ruang kosong di pekarangan. Selain itu masyarakat juga dapat membuat pupuk organik dan insektisida organik memanfaatkan bahan-bahan sehari-hari yang tersedia di rumah tangga. Sementara hasil budidaya tanaman yang dibudidayakan dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama masyarakat setempat dan menjadi kebun percontohan.
PELATIHAN PEMBUATAN BIOPORI UNTUK PERESAPAN LIMPASAN AIR HUJAN DAN PENGENDALIAN BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ANCAR DAN UNUS HULU KOTA MATARAM I Dewa Gede Jaya Negara Jaya Negara; Lilik Hanifah; Hasyim; Agus Suroso; I Wayan Yasa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.297 KB)

Abstract

Abstract This service aims to improve the skills of the community in the Ancar and Unus watersheds upstream of Mataram City in reducing the occurrence of flooding in the downstream area. By providing training on making biopores to residents in the Sandubaya sub-district who live around the watershed, it is possible to overcome the impact of development on flooding with the active participation of residents. Utilization of organic waste such as household waste and produced prayer waste can be used to fill biopore holes. The service activity with the topic of this training was carried out with the initial stage in the form of counseling, the second was training on making biopore and evaluating activities. This service activity has been going well and 15 participants' representatives have gained good knowledge about biopori. The results of the discussions and questions and answers that have been carried out have encouraged local residents to use the waste from praying leaves (from leaves) as a biopore filling material. From this training, residents have been able to make and install biopori, so they can play an active role in developing the installation of biopori in flood control efforts in the upstream watershed of Mataram City. Biopori has been successfully installed in upstream watersheds at 9 locations and residents are ready to use and maintain the media. Abstrak Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) Ancar dan Unus hulu Kota Mataram dalam meredukasi terjadinya banjir di daerah hilir. Dengan memberikan pelatihan pembuatan biopori pada warga di kecamatan Sandubaya yang bermukim di sekitar DAS tersebut, maka penganggulangan dampak pembangunan terhadap banjir akan dapat dilakukan dengan partisipasi aktif warga. Pemanfaatan sampah organik seperti sampah rumah tangga dan sampah sisa sembahyang yang terproduksi, dapat dimanfaatkan sebagai pengisi lubang biopori. Kegiatan pengabdian dengan topik pelatihan ini dilaksanakan dengan tahapan awal berupa penyuluhan ke dua adalah pelatihan pembuatan biopori serta evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini telah berjalan dengan baik dan 15 orang perwakilan peserta telah mendapatkan pengetahuan tentang biopori dengan baik. Hasil diskusi dan tanya jawab yang dilakukan, telah mendorong warga setempat untuk memanfaatkan sampah sisa sembahyang (dari dedaunan) sebagai bahanpengisi biopori. Dari pelatihan ini warga telah mampu membuat dan memasang biopori , sehingga dapat berperan aktif melakukan pengembangan pemasangan biopori dalam upaya pengendalian banjir di DAS hulu Kota mataram. Telah berhasil terpasang biopori di DAS hulu pada 9 lokasi dan warga siap melakukan pemanfaatan dan perawatan media tersebut.
ANALISIS KEMAMPUAN SISTEM IRIGASI TETES BERTINGKAT DALAM PEMBERIAN LENGAS TANAH PADA POLYBAG I DEWA GEDE JAYA NEGARA; HUMAIROH SAIDAH; I WAYAN YASA; LILIK HANIFAH; DIANA PUSPITA DEWI
GANEC SWARA Vol 16, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v16i2.326

Abstract

In increasing the supply of food in residential areas, it is necessary to encourage the use of land and water sources in the yard even though the land area is limited. The design of multilevel drip irrigation may be an option in these housings, and therefore it is necessary to test and determine the ability of the irrigation to discharge, uniformity and soil moisture produced. This study aims to determine the effect of using inch PVC pipe as a secondary network on discharge, uniformity (CU) and soil moisture (w) in a multilevel drip irrigation system. Experiments were carried out with a 150 liter reservoir water source 3 m high, soil moisture test with a test duration of 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes. Data analysis was carried out on discharge data (Q), irrigation volume and soil moisture. The research results are presented in tables, graphs and concluded descriptively. The results showed that the secondary pipe flow rate was Q1 822.54 cm3/sec, Q2 107.47 cm3/sec and Q3 15.39 cm3/sec. Irrigation uniformity in TSK irrigation operations obtained CU of 72.67% and in SK obtained CU of about 51.49% to 89.34%. Soil moisture produced at a duration of 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes with an initial soil moisture condition range of 14%-28%, the results on the 1st floor (w1) ranged from 41%-50%, for the second floor w2 it was around 31%-45 % and on the third floor w3 around 25%-40%
Analisis Angkutan Sedimen Bed Load dan Sedimen Suspended Load pada Sungai Ngolang dan Sungai Tebelo di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Giri Putra IB; Wirahman W; Yusril Y; Yasa IW; Saadi Y
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 19 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v19i2.887

Abstract

Permasalahan sedimentasi yang terjadi pada Sungai Ngolang dan Sungai Tebelo perlu mendapatkan perhatian, karena sedimen yang terus-menerus menumpuk di dasar sungai dapat menyebabkan pendangkalan, sehingga saat hujan dengan intensitas tinggi turun, aliran air sungai dapat meluap dan menyebabkan banjir yang membawa material sedimen. Seperti banjir yang melanda beberapa desa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada Januari 2021 silam. Desa Kuta menjadi wilayah terdampak banjir terparah dengan setidaknya 12 dusun tergenang air banjir yang bercampur lumpur. Berdasarkan peristiwa tersebut, maka dilakukan penelitian terkait angkutan sedimen pada Sungai Ngolang dan Sungai Tebelo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah angkutan sedimen yang terjadi pada Sungai Ngolang dan Sungai Tebelo. Pengukuran dilakukan pada dua lokasi di masing- masing sungai dan dilanjutkan dengan pengujian laboraturium. Pengujian di laboraturium terdiri dari uji gradasi butiran, uji berat jenis dan uji konsentrasi sedimen. Untuk analisis sedimen dasar (bed load) digunakan Metode M.P.M dan Einstein. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode M.P.M, jumlah angkutan sedimen dasar yang terjadi pada Sungai Ngolang sebesar 9,613 m3/hari dan pada Sungai Tebelo terjadi sebesar 5,119 m3/hari. Sedangkan hasil analisis menggunakan metode Einstein, jumlah angkutan sedimen dasar yang terjadi pada Sungai Ngolang sebesar 1,076 m3/hari dan pada Sungai Tebelo terjadi sebesar 0,721 m3/hari.
OPTIMALISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN TEROWONGAN PENGELAK DAN PELIMPAH PADA BENDUNGAN MENINTING Rudy Putera Kurniawan; I Wayan Yasa; Yusron Saadi
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 6: Januari 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/mbi.v17i6.252

Abstract

Pada pekerjaan Bendungan Meninting ini terdapat pertemuan antara bangunan pengelak dan bangunan pelimpah, dimana pekerjaan penggaliannya dilakukan dengan cara peledakan (blasting). Pertemuan bangunan ini membutuhkan perhatian khusus mengingat tingkat kesulitannya cukup tinggi, yaitu pada pekerjaan hauling (pengangkutan) material blasting, dimana pada pelaksanaannya kendaraan angkut dan excavator memiliki ruang gerak yang sempit di dalam terowongan. Alternatif untuk percepatan pekerjaan dilakukan dengan menentukan arah mulainya pekerjaan, yaitu dari arah atas (pelimpah), arah hulu (pengelak), atau dari arah hilir.Penentuan arah ini dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process), dimana AHP adalah sistem atau model yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan tepat sasaran.Dari hasil Analisa menggunakan metode AHP didapat skala prioritas dalam pelaksanaan pekerjaan bangunan pelimpah dan pengelak ini yaitu, dari arah hilir, kemudian dari atas (pelimpah), dan terakhir dari arah hulu (pengelak). Dengan demikian hasil Analisa ini diharapkan dapat membantu dalam penentuan skala prioritas dalam pelaksanaan pekerjaan terowongan pelimpah dan pengelak yang ada pada proyek Bendungan Meninting
Simulasi Jalur Evakuasi dan Pelatihan Identifikasi Kerusakan Bangunan Akibat Gempa dan Kebakaran di SMAK Cakranegara Mataram Jurnal Pepadu; Suryawan Murtiadi; Mudji Wahyud; Didi S. Agustawijaya; I Wayan Yasa; Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Pepadu Vol 2 No 1 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i1.2155

Abstract

ABSTRAKLombok merupakan salah satu pulau yang memiliki tingkat kegempaan relatif tinggi. Gempa sering terjadiberupa gempa besar maupun gempa kecil yang tidak terekam. Permasalahan muncul akibat keterbatasanpengetahuan terhadap mitigasi bencana, khususnya para guru, siswa dan staf pada sekolahan. Infrastrukturterdampak gempa perlu segera dievaluasi untuk mengetahui tingkat kerusakannya agar dapat segeradiperbaiki. Selain gempa, bahaya kebakaran merupakan ancaman yang berakibat fatal. Kebakarandidefinisikan sebagai berkobarnya api yang tidak terkendali. Program ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan dan keterampilan masyarakat menghadapi bencana gempa dan risiko bahaya kebakaran.Metode pelatihan dilaksanakan dengan teknik presentasi disertai praktek identifikasi tingkat kerusakan danmetode perbaikan infrastruktur khususnya bangunan gedung dan rumah tinggal. Cara-cara perbaikankerusakan dengan kriteria ringan sampai sedang diberikan dalam pelatihan ini. Pengetahuan tentangteknologi rumah tahan gempa juga diperkenalkan dalam forum penyuluhan. Pelatihan dan pembuatan ramburambu jalur evakuasi dipraktekkan dengan simulasi untuk keselamatan seluruh penghuni saat terjadi bencanagempa dan kebakaran. Simulasi dan evaluasi jalur evakuasi dimulai dari dalam bangunan gedung menujutempat aman berupa titik kumpul (assembly point). Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuanterhadap mitigasi bencana termasuk karakteristik gempa, kerusakan bangunan yang ditimbulkan, dan tatacarapenyelamatan diri. Pemahaman pengetahuan tentang perbaikan kerusakan infrastruktur akibat gempa jugameningkat, terutama pada bangunan rumah tinggal sederhana. Pemahaman ini berfokus pada pentingnyaikatan antar komponen struktur bangunan mulai dari fondasi, sloof, kolom, dinding sampai pada konstruksiatap bangunan. Dari program Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan ke depan masyarakat akanlebih siap beradaptasi dan lebih tangguh menghadapi bencana, khususnya bencana gempa dan bahayakebakaran.
Co-Authors Abdul Muaz Ghazali Adhitya Halim .P Agus Suroso Agus Suroso AGUSTONO SETIAWAN Agustono Setiawan Akmaluddin Akmaluddin ANID SUPRIYADI Anid Supriyadi Anid Supriyadi Anid Supriyadi Anid Supriyadi ANNISA HUMAYRA DIRGANTARA Apollonius Monsart Aryani Rofaida ATAS PRACOYO Atas Pracoyo Devi Suryani Putri DEWANDHA MAS AGASTYA DEWANDHA MAS AGASTYA DIANA PUSPITA DEWI Didi S. Agustawijaya EKO PRADJOKO ERY SETIAWAN ERY SETIAWAN Ery Setiawan Fika Septina Pangaribuan Giri Putra IB Hartana Hartana Hartana HARTANA HARTANA Hartana Hartana Hartana Hartana Hasyim, Hasyim Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono Heri Sulistiyono HERI SULISTYONO Hidayat, Syamsul Humairoh Saidah I B GIRI PUTRA I B Giri Putra I D G JAYA NEGARA I Dewa Gede Jaya Negara I DEWA GEDE JAYA NEGARA I DEWA GEDE JAYA NEGARA I Dewa Gede Jaya Negara I DEWA GEDE JAYA NEGERA I DEWA GEDE JAYANEGARA I Kade Wiratama I Nyoman Merdana I Nyoman Merdana I Wayan Joniarta I Wayan Sugiartha I.D.G Jayanegara Ike Puspasari Ismayanti Ismayanti Jauhar Fajrin Jurnal Pepadu Karyawan, I Dewa Made Alit Lalu Dwiki Axela Andriawan LILIK HANIFAH Lilik Hanifah Lilik Hanifah Linda Asnawati Lulu Lutfiati M R. Sepriadi M. Abbil Pratama M. BAGUS BUDIANTO Made Mahendra Mudji Wahyud MUH BAGUS BUDIANTO Muh Bagus Budianto Muh. Bagus Budianto Ni Luh Ayu Aprilianti Ni Putu Ira Sintia Kurnianti Rudy Putera Kurniawan Saadi Y Salehudin Salehudin Salehudin Salehudin SASMITO SOEKARNO Suparjo Suparjo Suryawan Murtiadi Tia Ardiani Wirahman W Yusril Y Yusron Saadi