Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai perusahaan level menengah ke bawah mempunyai kewajiban menjaga iklim usaha yang berkelanjutan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Permasalahan utama bagi pemerintah adalah bagaimana merekomendasikan pelaku UMKM yang produktif berstandar halal yang dapat bersaing dengan produk dari perusahaan berskala besar. Sistem yang dapat merekomendasikan pelaku UMKM produktif dari beberapa sisi diataranya kelengkapan standar UMKM (halal, label dagang, SNI, PIRT) ditambah variabel jumlah tenaga kerja, modal awal, jumlah produksi, dan omset dengan bobot kriteria yang ditentukan oleh pengguna. Sistem ini dikembangkan menggunakan pembobotan pada Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang berperan untuk memberikan referensi UMKM dalam pengambilan keputusan. Algoritma TOPSIS dapat bekerja dalam menyelesaikan kasus penentuan pilihan yang bersifat multi-objective diantara sejumlah kriteria kuantitatif dan kualitatif. Algoritma TOPSIS adalah suatu metode untuk pendukung keputusan yang berdasarkan konsep bahwa alternatif terbaik tidak hanya mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif namun juga mempunyai jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Pembobotan atribut kriteria pada penelitian ini dilakukan oleh pihak UMKM dan perankingannya dikerjakan menggunakan algoritma TOPSIS. Terdapat lima kriteria dalam penelitian ini berdasarkan nilai skala bobot kriteria dengan hasil rekomendasi UMKM yang memiliki nilai preferensi alternatif terbaik dengan berkisar nilai 0.8340.
Copyrights © 2022