Pada masa prasekolah anak mendapat pendidikan yang membentuk karakter melalui bermain. Namun tidak semua alat bermain mampu mengembangkan karakter anak. Permainan yang menunjang pembangunan karakter adalah pretend play, yaitu bentuk permainan yang mengandung unsur berpura-pura. Berbeda dengan role play, pretend play mengikuti seperangkat aturan dan menggunakan peralatan. Role play menekankan peran yang dimainkan, pretend play menekankan peralatan sebagai penunjang unsur âpura-pura.â Pretend play dipengaruhi oleh budaya. Dimensi perkembangan yang terlibat dalam pretend play adalah kognitif, afektif, dan psikomotor. Melalui pretend play anak melakukan representasi simbol, meta kognisi dan empati. Aneka perilaku dasar tersebut dapatdigunakan sebagai acuan pengembangan pribadi selanjutnya.Kata kunci: pretend play, role play, karakter, representasi simbol, meta kognisi.
Copyrights © 2009