Jalan Braga merupakan salah satu jalan populer di kota Bandung. Pada awalnya jalan ini digunakan untuk mengangkut kopi dari gudang ke jalan Raya Pos. Seiring dengan meningkatnya kondisi perekonomian kota, jalan ini kemudian berubah menjadi sebuah kawasan komersial. Bangunan-bangunan di sepanjang jalan bertransformasi menjadi restaurant, hotel, rumah-toko, theater dengan gaya art deco yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat Belanda. Pada awal abad ke 20 jalan ini menjadi shopping street terpenting di Hindia Belanda sehingga Bandung dijuluki Parijs van Java. Sejalan dengan kemajuan teknologi, sosial dan pergeseran gaya hidup dibangunlah beberapa Department Store dan Mall di kota Bandung yang berdampak terhadap kemunduran jalan Braga. Berkurangnya jumlah pengunjung menjadikan koridor Braga kusam dan bangunan-bangunannya dibiarkan kosong dan terbengkalai, salah satunya adalah Hotel Braga. Hotel Braga yang semula bernama Hotel Wilhelmina didirikan tahun 1928-1931 dan telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya kelas B. Dengan menerapkan konsep adaptive reuse, makalah ini akan memaparkan upaya revitalisasi yang dilakukan pada Hotel Braga. Apakah fungsi baru dari Hotel Braga? Bagaimana bentuk adaptasi sebagai upaya pertahanan? Adaptive reuse dinilai sebagai sebuah konsep yang tepat diterapkan untuk mempertahankan dan merevitalisai bangunan dan kawasan lama. Dengan konsep ini diyakini bangunan dan kawasan cagar budaya sebagai warisan bangsa dapat dipertahankan dengan baik.
Copyrights © 2022