Hubungan antara orang Mentawai dan hewan sudah berlangsung sejak lama. Salah satuya hewan babi. Babi bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi berkaitan dengan kebutuhan sosial budaya orang Mentawai. Melalui hubungan itu, tercipta suatu siasat yang dijalankan oleh orang Mentawai di Sarerreiket untuk mempertahankan kehidupan mereka. Sehingga babi menjadi penting dalam siklus budaya itu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi terfokus dengan memusatkan perhatian pada ruang lingkup basis budaya orang Sarereiket di Siberut Selatan, Mentawai. Pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam, observasi serta menganalisisnya secara emik dan etik. Hasilnya menunjukkan bahwa babi memang merupakan hewan paling penting dan menjadi wadah dalam setiap upacara adat yang dilakukan oleh orang Sarereiket. Upacara adat yang dilakukan berupa ritus leingkaran kehidupan (punen), ritus penyeimbang (puliaijat) dan ritus biasa (lia) yang tujuannya menciptakan keseimbangan dan mengembalikan keseimbangan jika terganggu akibat ulah manusia. relasi manusia (orang Mentawai) dengan alam harus dilakukan melalui ritual adat tersebut, dengan memakai perantara babi sebagai hewan yang memiliki kedudukan tinggi bagi roh Penguasa. Semua hubungan manusia dan alam melalui ritual tersebut, diatur berdasarkan kepercayaan Arat Sabulungan.
Copyrights © 2022