Sosial Budaya
Vol 19, No 2 (2022): Desember 2022

Siasat Kebudayaan: “Sainak” dalam Relasi Manusia-Alam di Sarereiket Kepulauan Mentawai

Irwandi, Ade (Unknown)
Delfi, Maskota (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2022

Abstract

Hubungan antara orang Mentawai dan hewan sudah berlangsung sejak lama. Salah satuya hewan babi. Babi bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi berkaitan dengan kebutuhan sosial budaya orang Mentawai. Melalui hubungan itu, tercipta suatu siasat yang dijalankan oleh orang Mentawai di Sarerreiket untuk mempertahankan kehidupan mereka. Sehingga babi menjadi penting dalam siklus budaya itu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi terfokus dengan memusatkan perhatian pada ruang lingkup basis budaya orang Sarereiket di Siberut Selatan, Mentawai. Pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam, observasi serta menganalisisnya secara emik dan etik. Hasilnya menunjukkan bahwa babi memang merupakan hewan paling penting dan menjadi wadah dalam setiap upacara adat yang dilakukan oleh orang Sarereiket. Upacara adat yang dilakukan berupa ritus leingkaran kehidupan (punen), ritus penyeimbang (puliaijat) dan ritus biasa (lia) yang tujuannya menciptakan keseimbangan dan mengembalikan keseimbangan jika terganggu akibat ulah manusia. relasi manusia (orang Mentawai) dengan alam harus dilakukan melalui ritual adat tersebut, dengan memakai perantara babi sebagai hewan yang memiliki kedudukan tinggi bagi roh Penguasa. Semua hubungan manusia dan alam melalui ritual tersebut, diatur berdasarkan kepercayaan Arat Sabulungan.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

SosialBudaya

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil ...