SD Negeri Sukowinangun 2 merupakan salah satu sekolah inklusi yang memiliki banyak siswa berkebutuhan khusus yang membutuhkan bantuan agar mampu memiliki keterampilan sosial, namun guru pendamping atau guru kelas tidak memiliki latar belakang pendidikan luar biasa. Pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan inovasi untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam menyerap. Khususnya kemampuan berkomunikasi social. Hal tersebut mendorong tim PKM untuk memberikan pelatihan tari dolanan anak mengingat karakter tari dolanan yang ceria dan mudah ditarikan sangat sesuai untuk merangsang kemampuan komunikasi social ABK. Selain itu juga mengenalkan anak pada kearifan local setempat. Pelatihan tari dolanan diberikan dengan tahapan pengenalan gerak dasar, pola lantai, pola interaksi dan mengentalkan sampel satu materi tari tari yaitu dolanan blarak. Hasil pelatihan menunjukkan tingkat penguasaan guru pada wirama, wirasa, wirogo, hafalan dan penampilan sangat baik. Guru dapat mengembangkan gerak tari kedalam tema dolanan yang lain. Sebagai bentuk evaluasi, guru mengimplementasikan hasil pelatihan pada peserta didik ABK. Dengan adanya metode pembelajaran tari dolanan anak, antusias para peserta didik khususnya ABK menjadi bertambah, anak-anak semangat untuk menirukan bersama teman-temannya. Diharapkan pengabdian ini menjadi solusi permasalahan komunikasi sosial pada ABK.
Copyrights © 2022