Kanker serviks disebut juga “silent killer” karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra kanker tanpa gejala. Kanker serviks adalah kanker paling umum kedua pada wanita yang tinggal di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah sekitar 270.000 kasus, lebih dari 85% dari kematian ini disebabkan oleh kanker serviks. Kejadian kanker leher rahim di Indonesia yaitu sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan kematian rata-rata 13,9 per 100.000 penduduk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan suami dengan minat wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan Inspeksi visual asam asetat (IVA). Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square hasil dari penelitian ini diperoleh p-value 0,0001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan minat wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA test. Hasil analisis lainnya diperoleh Odd ratio (OR) sebesar 8,7 artinya responden yang mendapatkan dukungan yang baik dari suami berpeluang untuk berminat melakukan pemeriksaan Iva test yang baik 8,7 kali dibandingkan dengan responden yang mendapatkan dukungan yang kurang baik dari suam
Copyrights © 2023