ABSTRAKKesatuan Ilmu Pengetahuan merupakan paradigma keilmuan yang digunakan dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di UIN Walisongo Semarang, termasuk di dalamnya adalah aktivitas pembelajaran dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Pembelajaran berbasis teks adalah pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam mata kuliah Bahasa Indonesia yang menggunakan teks sebagai satuan kebahasaan menjadi basis materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis teks mata kuliah Bahasa Indonesia dalam paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan di UIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) hakikat perkuliahan Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan adalah sebagai berikut: (a) mengantarkan pengkajinya semakin mengenal Tuhannya, (b) bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam, dan (c) mampu mendorong berkembangnya ilmu-ilmu baru yang berbasis pada kearifan lokal (local wisdom); (2) strategi perkuliahan Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan dilaksanakan dengan empat tahap secara siklus yang dipadukan dengan strategi spiritualisasi ilmu-ilmu modern dan revitalisasi kearifan lokal, yakni: (a) tahap pembangunan konteks, (b) tahap pemodelan, (c) tahap bekerja sama membangun/mengembangkan teks, dan (d) tahap membangun/mengembangkan teks secara mandiri; (3) capaian pembelajaran perkuliahan Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan diwujudkan dalam subcapaian mata kuliah (sub-CPMK) dan capaian mata kuliah (CPMK) yang selaras dengan kompetensi dasar lulusan UIN Walisongo dan kompetensi yang diharapkan dari pembelajar berbasis teks.
Copyrights © 2020