Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE IMAGE OF WOMEN FIGURES IN FOLKLORE OF KUDUS KULON’S TOPONYMS: A LINGUISTICS ANTHROPOLOGY STUDY Muthia, Ratna; Syukur, Fatah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.434 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i2.3503

Abstract

This study aims to explore the image of women figures in folklore relating to the naming of a place (toponym) in the Kudus Kulon area. This study was carried out with a linguistic anthropology approach, which focuses on language as a set of symbolic resources that enter the constitution or social and individual representations in the real world. The results of this study are as follows: 1) the origin of the toponym, i.e. the name and the activity of the women figures; 2) the role of women figures, consisting of the main and side characters; 3) the relation between female and male figures in toponym can be divided into two: (a) women figures representing the husband and (b) wo­men figures representing themselves; 4) opportunities for women figures, including opportunities to solve problems, oppor­tunities to move according to their interests, and oppor­tunities to participate in public roles; 5) influences of women figur­es, including influences on spirituality, influences on eco­nomic activities, and influences on culture.
The Image of Women Figures in Folklore of Kudus Kulon’s Toponyms: A Linguistics Anthropology Study Ratna Muthia; Fatah Syukur
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 2 (2019): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.434 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i2.3503

Abstract

This study aims to explore the image of women figures in folklore relating to the naming of a place (toponym) in the Kudus Kulon area. This study was carried out with a linguistic anthropology approach, which focuses on language as a set of symbolic resources that enter the constitution or social and individual representations in the real world. The results of this study are as follows: 1) the origin of the toponym, i.e. the name and the activity of the women figures; 2) the role of women figures, consisting of the main and side characters; 3) the relation between female and male figures in toponym can be divided into two: (a) women figures representing the husband and (b) wo­men figures representing themselves; 4) opportunities for women figures, including opportunities to solve problems, oppor­tunities to move according to their interests, and oppor­tunities to participate in public roles; 5) influences of women figur­es, including influences on spirituality, influences on eco­nomic activities, and influences on culture.
PRODUKTIVITAS KATA SERAPAN BAHASA INDONESIA (STUDI KASUS KATA HIJAB) Ratna Muthia; M. Aqil Luthfan
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 2 No 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : linguistic, literature, and teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.823 KB) | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i2.285

Abstract

Abstract The word hijab is an uptake from Arabic language in Indonesian. The meaning of the hijab has change of culture in society. In this study, the productivity of hijab is analyzed by knowing the formation of words through affixation process that takes place on the word. This study used descriptive qualitative method. Research data were obtained by using the technique of record and analyzed by reading markup technique and strengthened technique. The results of this study: first, affixation of the hijab with affix meN-, meN-i, and meN-kan a result in transitive verbs, whereas affixation with affixed peN- and peN-an produces derivative nouns. Second, the affixation of hijab with affixes ber-, ter-, and ter-i, and ter-kan produces intransitive verbs, whereas affixation with affixes -er and pe-an produces derived nouns. The view of Indonesian speakers with regard to the word is as follows. First, the of consistence Indonesian speakers in using the word hijab. Second, Indonesian speakers consider that wearing according to the rules of religion is the choice of each person. Third, the attitude of openness of Indonesian speakers to other languages. Keyword: affixation, transitive verbs, intransitive verbs, grammatical meanings. Abstrak Kata hijab merupakan kata serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia. Pengertian kata hijab mengalami perubahan seiring dengan adanya perubahan budaya dalam masyarakat. Dalam penelitian ini produktivitas kata hijab dianalisis dengan mengetahui pembentukan kata melalui proses afiksasi yang berlangsung pada kata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik catat dan dianalisis dengan teknik baca markah dan teknik pemerkuat. Hasil penelitian ini, pertama, afiksasi pada kata hijab dengan afiks meN-, meN-i, dan meN-kan menghasilkan verba transitif, sedangkan afiksasi dengan imbuhan peN- dan peN-an menghasilkan nomina turunannya. Kedua, afiksasi pada kata hijab dengan afiks ber-, ter-, ter-i, dan ter-kan menghasilkan verba intransitif, sedangkan afiksasi dengan imbuhan -er dan pe-an menghasilkan nomina turunannya. Adapun pandangan penutur bahasa Indonesia yang berkenaan dengan kata tersebut adalah sebagai berikut. Pertama, adanya keajegan penutur bahasa Indonesia dalam menggunakan kata hijab. Kedua, penutur bahasa Indonesia menganggap bahwa upaya seseorang untuk menutup tubuhnya sesuai dengan aturan agama adalah pilihan masing-masing orang. Ketiga, adanya sikap keterbukaan penutur bahasa Indonesia terhadap bahasa lain. Kata kunci: afiksasi, verba transitif, verba intransitif, makna gramatikal.
PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS DALAM PARADIGMA KESATUAN ILMU PENGETAHUAN Ratna Muthia
At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2020): At-Tarbawi
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.632 KB) | DOI: 10.22515/attarbawi.v5i1.2074

Abstract

ABSTRAKKesatuan Ilmu Pengetahuan merupakan paradigma keilmuan yang digunakan dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di UIN Walisongo Semarang, termasuk di dalamnya adalah aktivitas pembelajaran dalam mata kuliah Bahasa Indonesia. Pembelajaran berbasis teks adalah pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam mata kuliah Bahasa Indonesia yang menggunakan teks sebagai satuan kebahasaan menjadi basis materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis teks mata kuliah Bahasa Indonesia dalam paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan di UIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) hakikat perkuliahan Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan adalah sebagai berikut: (a) mengantarkan pengkajinya semakin mengenal Tuhannya, (b) bermanfaat bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam, dan (c) mampu mendorong berkembangnya ilmu-ilmu baru yang berbasis pada kearifan lokal (local wisdom); (2) strategi perkuliahan Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan dilaksanakan dengan empat tahap secara siklus yang dipadukan dengan strategi spiritualisasi ilmu-ilmu modern dan revitalisasi kearifan lokal, yakni: (a) tahap pembangunan konteks, (b) tahap pemodelan, (c) tahap bekerja sama membangun/mengembangkan teks, dan (d) tahap membangun/mengembangkan teks secara mandiri; (3) capaian pembelajaran perkuliahan Bahasa Indonesia berbasis teks dalam Paradigma Kesatuan Ilmu Pengetahuan diwujudkan dalam subcapaian mata kuliah (sub-CPMK) dan capaian mata kuliah (CPMK) yang selaras dengan kompetensi dasar lulusan UIN Walisongo dan kompetensi yang diharapkan dari pembelajar berbasis teks.
Hattie's Visible Learning Evaluation Model in Learning Strategies and Publication of Scientific Work of IKIP Siliwangi Students Suhud Aryana; Dida Firmansyah; Ratna Muthia
JLER (Journal of Language Education Research) Vol. 7 No. 1 (2024): VOLUME 7 NUMBER 1, JANUARY 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jler.v7i1.21692

Abstract

This research aims to evaluate the application of the Hattie's Visible Learning Evaluation Model in strategy learning and the publication of scientific work sat IKIP Siliwangi. Using quantitative and qualitative data analysis methods, this research analyze student responses to sixty aspects of assessment that cover various learning elements. The results of the research identified the aspects with the highest and lowest scores from each study program, namely Guidance and Counselling (BK) and Indonesian Language and Literature Education (PBSI). These results provide in-depth insight regarding significant factors in developing effective learning strategies and supporting the publication of student scientific work such as humor, teaching strategies teacher, credibility outdoor/adventure programmes, lecturer effect, lecturer subject matter knowledge, questioning, religious campus, feedback personality, mentoring computer-assisted instruction, lecturer-students relationships, drama/art programs, study skills, extra-curricular programs, dan classroom discussion. Meanwhile, less effective factors are of concern, such as parental involvement, students control over learning, boredom, gender, use of calculators, changing school calendar, lack of sleep, moving between schools, mathematics, drugs, pre-term birth weight, ability grouping, not labeling students, ability grouping for gifted students. The implications of this research finding can be the basis for improving more optimal learning strategies in higher education environments, especially IKIP Siliwangi.
UPAYA GURU MENGEMBANGKAN IMAJINASI SISWA DALAM MEMBUAT PUISI DI KELAS IV MIN 1 KENDAL Kholifah, Anies Nur; Muthia, Ratna
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i1.18881

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui upaya guru mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal, serta  faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal. Kajian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dijalankan dengan observasi, wawancara,  serta dokumentasi. Teknik analisa data dijalankan secara interaktif melalui aspek yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta mengambil kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data memakai triangulasi sumber. Hasil penelitian memperlihatkan upaya yang dijalankan guru dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal yakni guru memakai metode pembelajaran yang menarik serta media yang relevan dengan tujuan belajar serta materi yang diajar. Guru memakai metode sugesti imajinasi serta penggunaan lagu Bunda-Melly Goeslaw sebagai media terbukti mengembangkan imajinasi siswa dalam membuat puisi serta membuat pembelajaran menulis puisi menyenangkan. Selain itu, guru juga mengajukan berbagai pertanyaan yang membimbing. Pertanyaan-pertanyaan yang membimbing terbukti efektif dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat siswa berpikir kritis serta membayangkan dengan lebih baik. Faktor pendukung dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di kelas IV B MIN 1 Kendal yakni siswa fokus dalam pembelajaran, sarana serta prasarana yang memadai, serta ketertarikan dengan lagu. Sedangkan faktor penghambat dalam melakukan pengembangan imajinasi siswa dalam membuat puisi di Kelas IV B MIN 1 Kendal yakni keterbatasan waktu. Kata Kunci: Imajinasi; Siswa; Membuat puisi
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS 1 Hayati, Safira Noor; Muthia, Ratna
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 8 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v8i1.18898

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) dengan menggunakan kartu huruf terhadap peningkatan pemahaman materi setelah terampil membaca pada siswa MI Tarbiyatul Khairat Semarang terhadap materi peristiwa siang dan malam. Latar belakang penelitian berfokus pada rendahnya keterampilan membaca siswa kelas satu sekolah dasar, serta kurangnya minat, dan metode pembelajaran yang monoton menjadi penyebab siswa kesulitan memahami materi bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan kartu huruf sebagai media untuk meningkatkan keterampilan sebagai upaya peningkatan pemahaman terhadap materi bacaan siswa. Rancangan penelitian menggunakan true experimental design berbentuk pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes unjuk kerja. Pengambilan sampel dilaksanakan di MI Tarbiyatul Khairat Semarang dengan sampel 28 siswa dari dua kelas. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model pembelajaran Make a Match dengan kartu huruf dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi bacaan yang diberikan secara signifikan. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor pemahaman sebesar 50% dan tingkat peningkatan yang sedang, sedangkan kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan sebesar 12%. Hasil ini menunjukkan keefektifan model pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya penerapan metode pengajaran yang inovatif, seperti model pembelajaran make-a match dengan menggunakan kartu huruf, agar siswa terlibat secara aktif dan meningkatkan pemahaman bacaan mereka. Kata Kunci : Model Pembelajaran;  Metode pengajaran;  Pemahaman Membaca; RTE
Phenomenon of Juvenile Delinquency In Purwokerto Village, Patebon District, Kendal Regency, Central Java Putri Sekar Pengesthi; Sintiya Wati; Ratna Muthia
Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi Vol. 3 No. 1 (2024): : Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Ekonomi
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/semnas.v3i1.438

Abstract

In Purwokerto Village, Patebon District, Kendal Regency, Central Java, the phenomenon of juvenile delinquency has increased rapidly in recent years. This delinquency includes various behaviors that violate social and legal rules, such as fighting, vandalism, drug abuse, and other violations. To determine the components that contribute to juvenile delinquency in the village and its impact on adolescents' social lives. This study uses a qualitative descriptive methodology. As a result of in-depth interviews and observations of participants, it was found that some of the main factors influencing adolescent deviant behavior are changes in family structure, negative peer influence, and lack of supervision and guidance from family and society. The purpose of this study is to provide practical recommendations to stop and handle juvenile delinquency in Purwokerto Village.
Implementasi Kuliah Kerja Nyata: Strategi Peningkatan Kualitas Melalui Pendamping Pendidikan Pengabdian Masyarakat Itsna Shafia Chasana; Hanifia Risky Safitra; Rizqina Kautsarani Amira Putri; Ratna Muthia
Pemberdayaan Masyarakat : Jurnal Aksi Sosial Vol. 1 No. 4 (2024): Desember : Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksisosial.v1i4.629

Abstract

The Community Service Program (KKN) in Purwokerto Village aims to improve the quality of education and support the development of students' character through various community service activities. The main activities carried out include Walisongo Teaching, an anti-bullying seminar, Ecoprint craft mentoring, additional tutoring, and teaching at the Darussalam TPQ. This program successfully created a conducive and interactive learning environment, while also strengthening moral and religious values among students. KKN students gained valuable experience in managing classes, implementing innovative teaching methods, and interacting with the local community. This program has had a positive impact on both students and the KKN participants, and it is hoped to continue with more varied innovations in the future.
Pattern of Children's Education In Surah Luqman (Quran 31:13-19) Through The Lens of Islamic Education Philosophy Maulana Diaz; Nasikhin; Ratna muthia
Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 15 No. 1 (2025): Reforma: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/reforma.v15i1.1221

Abstract

Education is the basis for acquiring knowledge, including religious and moral values. The knowledge that humans get from education starts from humans in the womb with the first educator being their parents. To educate children, both parents have a strategy called an educational pattern. Education patterns are very diverse, especially education and childcare patterns. In Islam, there are many figures who can be examples in educating children, one of which is Luqman. Luqman became a role model for parents in educating their children, even Luqman's example in educating his children contained in the Qur'an Surah Luqman. In Surah Luqman verses 13-19 describe the pattern of education to children by giving advice, exemplifying commendable behavior and upholding the teachings of Islam in life. The verse emphasizes a balanced approach to education that ensures that children's lives remain in harmony with Islamic teachings and values. The study of educational patterns based on surah Al-Qur'an Luqman verses 13-19 can be a reference for parents in providing education to children in accordance with the Qur'an, so as to form children's character with good knowledge, morals and beliefs.