Guna penentuan shahihnya sebuah hadis maka diperlukan usaha penelitian keshahihan sanad hadis dan pemahaman matan hadis. Umumnya pada sanad diberlakukan penelitian persambungannya, kualitas pribadi periwayat, kualitas intelektual periwayat, keterhindaran dari pertentangan, dan keterhindaran dari illat atau cacat. Adapun tuntutan keshahihan dari segi matan meliputi pendekatan sejarah, pemahaman kontekstual, dan kajian kebahasaan. Seorang ulama kontenporer asal Mesir, Yusuf al-Qardhawi adalah ulama yang punya perhatian besar terhadap hadis, yang juga konsern pada kritik pemahaman hadis. Pemikiran yang cemerlang dengan ide-ide yang brilian, sangat produktif dalam menulis ratusan karyanya, memenuhi khazanah perpustakaan Islam dan dunia, dan tercatat sebagai anggota organisasi kenamaan Ikhwan al-Muslimin. Yusuf al-Qardhawi menekankan beberapa prinsip dalam pemahan hadis, yang harus tercakupi dari sebuah hadis antara lain komprehensif, seimbang, integral, realistis, dan adanya kemudahan, tampak kehati-hatian Yusuf al-Qardhawi dalam memahami suatu hadis yang bahkan telah dihukumi shahih. Dalam aflikasinya langkah-langkah yang ditawarkan Yusuf al-Qardhawi berupa memahami hadis atas petunjuk Al-Qur’an, menghimpun hadis setema, kompromi atau tarjih, memastikan latar belakang periwayatan, membedakan antara sarana yang berubah dan tujuan yang tetap, membedakan hakikat dan majaz, membedakan yang metafisik dan yang nyata, dan, memastikan makna setiap kata.
Copyrights © 2022