Latar Belakang: Persalinan preterm merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan  morbiditas  perinatal.  Dan  aktivasi  persalinan  preterm                               berhubungan  dengan ketebalan  selaput  ketuban  yang  merupakan  inflammation-like  condition. Maka  perlu diteliti berbagai penanda biofisik baru yang berhubungan dengan inflamasi selaput ketuban sebagai  faktor  risiko  untuk  persalinan  prematur,  salah  satunya  dengan  mengukur ketebalan membran menggunakan ultrasound.   Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara ketebalan selaput ketuban dengan kejadian persalinan preterm.   Desain penelitian: Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol tidak berpasangan. Enam puluh  ibu hamil dijadikan sebagai sampel penelitian, tiga puluh ibu dengan persalinan preterm sebagai  kasus dan ketebalan selaput ketuban sebagai faktor risiko dan  tiga  puluh  ibu  dengan  kehamilan  preterm  yang  tidak  memiliki  tanda-tanda persalinan sebagai kontrol. Pemilihan kelompok kontrol dan kasus ditentukan dengan cara  consecutive sampling dari ibu hamil  preterm yang  sesuai dengan kriteria, dalam waktu 24 jam dilakukan pemeriksaan Trans-abdominal sonografi (TAS) dengan USG 3D di Wings  Amerta RS Sanglah di Denpasar. Data yang terkumpul  dilakukan uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov, dan kemudian dianalisis dengan uji t- independent dengan  tingkat signifikansi ? = 0,05. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui  hubungan  antara  ketebalan  selaput  ketuban  dengan  kejadian  persalinan preterm dan besarnya risiko terjadinya persalinan preterm pada ketebalan selaput ketuban > 1,2 mm.   Hasil: Dari penelitian ini didapatkan  bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok  kasus dan kontrol pada rerata umur ibu, rerata umur kehamilan, rerata paritas, rerata  berat dan tinggi badan. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa          rasio odds ketebalan selaput ketuban kelompok kasus terhadap kelompok kontrol sebesar  5,5 kali(RO = 5,5, 95% CI = 1,81-16,68, p = 0,002).   Kesimpulan: Terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara  ketebalan  selaput  ketuban dengan kejadian persalinan preterm. Dan ketebalan selaput ketuban > 1,2 mm pada usia kehamilan 28-37 minggu meningkatkan risiko persalinan preterm sebesar 5,5 kali.   Kata kunci: persalinan preterm, ketebalan selaput ketuban ketuban.
Copyrights © 2015