Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umum terjadi di kawasan pegunungan, daerah payung  Batu merupakan salah satu daerah rawan longsor. Menurut data kejadian bencana kota Batu tahun 2013 telah tercatat 6 kali tanah longsor di kawasan Payung. Sehingga diperlukan pemodelan bidang gelincir.  Letak bidang gelincir diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Dalam penelitian ini, pengukuran resistivitas bawah permukaan dilakukan menggunakan konfigurasi wenner. Pengukuran dilakukan pada 2 lintasan berbeda dengan panjang bentangan lintasan 1 sepanjang 120 m dan lintasan 2 sepanjang 100 m. Nilai resistivitas batuan bawah permukaan di daerah penelitian berada pada kisaran harga antara 4,19 Ωm hingga 346 Ωm dengan pendugaan litologi bawah permukaan yang terdiri lempung, tuf pasiran, batu pasir dan breksi konglomerat. Hasil pengolahan data  menunjukkan bahwa resistivitas bidang gelincir berada pada kisaran 27,8 â¦m yang diduga berupa lapisan tuff pasiran. Tipe longsoran yang mungkin terjadi yaitu longsoran rotasi.
Copyrights © 2014