Diakronika
Vol 21 No 2 (2021): DIAKRONIKA

Perkembangan Musik Keroncong Langgam di Solo (1950-1991)

Noryuliyanti Noryuliyanti (Sebelas Maret University)
Isawati Isawati (Sebelas Maret University)
Nur Fatah Abidin (Sebelas Maret Univeristy)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2021

Abstract

Keroncong Langgam adalah genre musik yang lahir dan berkembang di Kota Solo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan, kejayaan, dan kemunduran Keroncong Langgam di Solo. Metode sejarah digunakan sebagai metode penelitian dengan menggunakan sumber primer yaitu rekaman album Keroncong Langgam di Lokananta (1957-1985) dan wawancara pelaku keroncong Langgam yaitu Waldjinah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan Keroncong Langgam berawal dari kolaborasi antara gamelan dan musik keroncong yang mulai terjadi antara tahun 1940 sampai 1960an ditandai lagu Bengawan Solo yang dinyanyikan Gesang. Masa Kejayaan Keroncong Langgam di Solo terjadi pada tahun 1960-1970 yang ditandai dengan peningkatan jumlah orkes keroncong dan rekaman album di Lokananta. Pada tahun 1970an, tercatat 17 album diproduksi oleh Lokananta. Pada tahun 1980an sampai 1991, keroncong Langgam mengalami kemunduran yang disebabkan oleh perkembangan musik alternatif lain. Meskipun demikian Keroncong Langgam tetap hidup sampai saat ini berkat upaya pelaku musik dengan mengadakan festival musik.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

diakronika

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Diakronika accepts and contains articles that focus on the results of scientific studies and the results of research on history and education (learning) history. The results of the study contribute to the understanding, development of scientific theories and concepts, and their application in ...